Senin, 22 Januari 2007

Bagaima mungkin Ia memberi, jika kitapun lupa meminta ...





Senin pagi di satu menara
Jakarta,



Status Instant Messengernya
Idle, seorang sahabat di ujung sana untuk beberapa menit mungkin sedang
meninggalkan komputernya. Saya teringat dengan pesannya beberapa hari yang
lalu, dia menanyakan sudahkah saya tunaikan Sholat Dhuha dipagi itu?



Astaghfirullah,



Saya langkahkan kaki ini
untuk beranjak ke lantai 23, lantai khusus untuk mushola di Menara Indosat. Dari
sana kulihat Jakarta ...



“Pagi yang gelap tertutup
kelamnya awan hitam ...”, ucapku dalam hati.



Kutunaikan Dhuha-ku,
kurasakan nikmat-nikmat besujud pada-Mu, kupanjatkan pula doa-ku atas apa yang
kurasakan dipagi ini, aku mengadu pada-Mu ya Rabb ...



Saya tersadar, mengapa selama
ini jarang sekali ada sujud-sujudku dalam Dhuha waktu-Mu. Dalam hati aku menagis,
mungkin ini yang menjadikan semua ini ... Kadang aku terlena setelah diri ini
terpaku didepan sebuah mesin yang tiada guna seandainya engkau tidak berikan
akal pada mahluk-mahluk ciptaan-Mu.



Siang ini, kutunaikan sholat
Dhuhur berjamaah, masih di mushola lantai 23. Seseorang datang dengan tergesa
dan duduk disampingku, kaki kiri ditekuknya, sedangkan kaki kanannya ia
selonjorkan ..., Ia sedang sakit rupanya, entah apa yang terjadi dengan beliau.
Dalam lirik mataku kulihat terasa sulit dan sakit rukuk ataupun sujud-sujudnya
tercipta ....



Ya Alloh ....



Berapa banyak hamba-hamba-Mu
yang lebih memungkinkan dirinya melaksanakan perintah-Mu dalam keadaan sehat,
namun mereka lupa bahkan terlena ... Padahal seandainya mereka tahu betapa
nikmatnya sujud-sujud ini pada-Mu ...

Bagaima mungkin Ia akan memberi jika kita lupa meminta ...







3 komentar:

  1. Dia memberi kepada yang meminta....

    BalasHapus
  2. sebenernya banyak sekali yang Dia beri tanpa kita minta...

    *duh, jadi tambah malu lagi sama diri sendiri...*

    BalasHapus
  3. yup...cuma kita aja yang gak sadar diri.. padahal di surat ar-rahman ... udah kali ayat2 seperti ini diulang-ulang "Dan nikmat allah yang mana yang kamu dustakan?

    BalasHapus