Selasa, 20 September 2016

Karena Bukan Malaikat

Hari ini kembali kami harus diperkenalkan dengan karyawan baru di tempat kerja. Seperti biasanya, karyawan-karyawan yang baru bergabung akan diajak berkeliling di semua area kantor. Mereka diperkenalkan dengan karyawan lama untuk tahu minimal nama atau hanya sekedar mengenal divisi yang mereka kunjungi.

Ada PR berat yang selalu saya hadapi secara pribadi ketika berada di kondisi seperti itu.

Saya mencoba berlaku biasa, melepaskan posisi duduk saya dan segera berdiri menyambut kehadiran mereka. Lalu menangkupkan kedua tangan di depan dada ketika ada karyawan perempuan dan hanya menyambut jabatan tangan dari karyawan laki-laki saja.

Sombong? Sok suci? Munafik?

Ah entahlah. Namun sampai saat ini alhamdulillah saya masih merasa lebih nyaman seperti ini.

Sejak mengenal beberapa teman saat kuliah dulu yang juga akhirnya mengantarkan saya untuk mengenal apa itu namanya mahram. Saya berusaha untuk bisa menjaganya. Menjaga tangan saya untuk tidak menyentuh telapak tangan perempuan yang bukan haknya untuk saya sentuh. Meski memang itu tidak mudah.

Saya hanya melakukan jabat tangan dengan perempuan ketika berada di tengah keluarga, di kampung atau dengan orang yang saya kenal karena pertalian hubungan saudara saja.

Pernah saya mencoba melepas kebiasaan untuk menahan jabat tangan dengan perempuan pada saat pertama kali bekerja di Jakarta. Saya berpikir saat itu karena ini Jakarta, tidak baik jika melakukan kebiasaan tersebut dan khawatir menyinggung perasaan orang lain. Namun sampai akhirnya setelah itu hati saya berkecamuk, sedih, marah bahkan benci dengan apa yang saya lakukan sendiri.

Saya menyesal!

Lalu saya mencoba tidak mengulanginya lagi. Dan mengembalikan kebiasaan saya, ternyata alhamdulillah ini lebih nyaman.

Mungkin ada yang bertanya, untuk apa saya melakukan ini? Jawabannya sederhana, karena saya tidak rela istri saya diperlakukan yang sama, disentuh oleh laki-laki lain meski hanya telapak tangannya saja.

Saya rasa bersentuhan dengan lawan jenis bukan hanya perkara yang berkaitan dengan hal membatalkan wudhu saja ketika kita akan melakukan sholat seperti yang banyak orang pahami. Namun keharusan menahan diri untuk melakukan hal ini tidak jauh berbeda dengan keharusan yang diperintahkan Alloh kepada kaum laki-laki untuk menahan pandangan. Setiap saat.

Meski senyum sinis yang lebih banyak saya terima namun tidak jarang ada juga karyawan yang tersenyum tulus menerima apa yang saya lakukan ini. Hingga saya alhamdulillah pernah merasa terkesan dengan salah seorang expat perempuan kulit hitam berkewarganegaraan Amerika yang langsung mengenal saya dibanding karyawan di divisi tempat saya bekerja karena saya melakukan kebiasaan ini.

Semoga Alloh memberikan pemahaman kepada mereka atas apa yang saya atau kami lakukan dengan hal ini. Saya menyadari saya hanya manusia biasa. Namun perkenankan saya untuk mencoba memiliki keinginan untuk menjadi diri yang lebih baik meski tak akan mungkin bisa seperti malaikat karena memang bukan malaikat. Semua ini hanya demi yang terbaik untuk pasangan kami dan keyakinan kami, insyaAlloh. Maafkan saya..

Wallohu'alam bish-shawab...

Jumat, 26 Agustus 2016

Berhaji Itu Undangan Alloh

Saya tertegun membaca sebuah headline berita. Lebih dari 100 orang calon jamaah haji Indonesia tahun ini tertahan keberangkatannya di negeri tetangga.

Heran? Ya, setidaknya rasa penasaran itu yang muncul pertama kali ketika sayapun mendapati kabar tersebut.

Selidik punya selidik ternyata keberangkatan mereka memang tidak melalui jalur resmi pemerintahan Indonesia. Keterbatasan jumlah kuota jamaah haji yang diberikan oleh pemerintah Saudi kepada setiap negara menjadi asal muasal dari cerita ini.

Konon katanya jika kita mendaftar haji di Indonesia tahun ini maka jadwal keberangkatannya bisa 10 bahkan 15 tahun lagi. Wallohu'alam...
Namun yang pasti dengan kondisi seperti ini ternyata mendorong banyak orang untuk mencari celah bagaimana cara agar keinginan mereka untuk bisa beribadah haji di tanah suci cepat terwujud.

Akhirnya dimulailah kisah ini, mereka mencoba cara dengan mendaftar haji melalui negara tetangga yang mungkin kuota jamaahnya masih tersedia. Padahal katanya biaya untuk mendapatkan paspor di negara tersebut saja bukan angka yang tidak sedikit pula.

Namun sayang begitu sayang. Jalan yang mereka tempuh mungkin belum menemukan ridho-Nya. Kembali Alloh mengingatkan kepada kita bahwa perkara haji itu bukan hanya perkara berapa banyak uang yang kita punya. Ini adalah salah satu dari 3 panggilan Alloh kepada ummat manusia selama hidupnya selain panggilan sholat melalui panggilan adzan serta panggilan kematian di ujung usia kita.

Ada yang kecewa, ada yang bersedih hati. Bahkan ada yang gagal berangkat di tahun lalu dan kini dengan cara ini dia mencobanya di tahun ini. Namun hasilnya, Alloh belum mengizinkannya. Wallohu'alam

Semoga ini menjadi pengingat kita. Janganlah kita menganggap bahwa harta dan dunia adalah segalanya. Menganggap jika kita memiliki uang maka segala yang kita inginkan akan bisa terwujud dalam sekejap mata. Akan ada dan akan selalu ada Alloh penentu segalanya.

Wallohu'alam bish-shawab...

Jumat, 12 Agustus 2016

Gak Cuma Aman, Ini Saatnya Anda Berkendara Sehat dan Nyaman

Pernahkah kita terpaksa harus mengibaskan tangan atau mungkin tidak jarang harus menutup hidung dan mulut ketika berada di jalan raya?. Siapapun itu baik pengendara maupun pejalan kaki akhirnya harus takluk ketika asap hitam mengepul di hadapan kita. Bau? Tentu. Perih di mata? Apalagi. Tapi ada satu yang lebih pasti, dengan berat hati harus saya katakan bahwa anda berada di tempat yang tidak sehat!

Polusi Udara (pixabay.com)
Jalan raya memang bukan tempat untuk anda hidup dan tinggal selamanya seperti halnya rumah. Namun di jalan raya lah kehidupan kita melaju dan bergerak setiap hari. Disana kita terhubung dengan segala aktifitas, berangkat kerja ataupun kembali menemui keluarga tercinta di rumah kita. Namun apa jadinya jika satu-satunya akses untuk kita hidup ternyata justru menjadi celah penyakit masuk kedalam diri kita.

Ini saatnya anda menjadi bagian dari mereka yang bisa berkendara sehat dan nyaman.

Jika anda adalah seorang pengendara maka di dalam tulisan di blog ini anda bisa menemukan cara bagaimana untuk menjadi pengendara yang baik. Bukan hanya dengan menaati peraturan lalu lintas, namun juga dengan cara memastikan bahwa kendaraan anda adalah kendaraan yang sehat untuk lingkungan sekitar anda.

Berkendara di jalan raya bukan hanya bercerita tentang anda ketika menuju tempat tujuan. Berkendara bukan hanya soal aman. Namun, faktor kesehatan dan kenyamanan saat berkendara juga menjadi salah satu faktor yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan.

Tentang Sakura Filter


Adalah sebuah produk yang berasal dari Filter Sakura bisa menjadi salah satu cara anda bisa berkendara sehat dan nyaman. Filter Sakura menciptakan berbagai alat penyaring udara yang nantinya bisa diaplikasikan pada kendaraan anda. Jika kita melihat dari kiprah Sakura Fiter, ternyata perusahaan ini telah berkiprah lebih dari 40 tahun untuk menjadi bagian dari kehidupan anda dan kendaraan anda.

Ada banyak produk penyaring udara atau Air filter yang dihasilkan oleh perusahaan ini. Hampir semua merk kendaraan bisa menggunakan penyaring udara dari Sakura filter ini. Tercatat ada lebih dari 10 merk mobil ternama menggunakan produk ini mulai dari Honda, Daihatsu, Chevrolet bahkan hingga Volkswagen. Dari sini kita bisa melihat ternyata kesadaran para produsen kendaraan patut diacungi jempol dalam hal ikut serta menciptakan kualitas udara yang baik dengan menggunakan produk filter udara yang berkualitas seperti yang diproduksi oleh Sakura Filter.

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pengendara?


Memelihara kendaraan dengan teratur bisa menjadi satu hal yang penting bagi seorang pengendara seperti kita. Menjaga, membersihkan serta selalu menggunakan penyaring udara yang berkualitas juga menjadi hal yang utama. Semakin baik kualitas sebuah produk penyaring udara maka semakin baik pula produk tersebut bermanfaat bagi lingkungan kita. Tentunya udara akan tetap bersih dan menyehatkan meskipun anda sedang berada di jalan raya.

Kesadaran ini tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Memulai sesuatu yang baik tidak bisa dalam waktu sekejap. Mulai dari diri sendiri dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama tentu akan semakin cepat mewujudkan harapan kita akan terciptanya lingkungan yang sehat.

Ada satu cara sederhana ketika kita ingin mengajak orang lain berbuat hal yang sama baiknya dengan yang sudah  kita lakukan. Tuliskan pengalaman anda dalam sebuah media seperti blog, berikan penjelasan mengenai apa manfaat dari sebuah produk yang anda gunakan.

Sakura filter di media sosial

Filter Sakura di Sosial Media

Ada satu hal yang unik ketika kita melihat cara Sakura filter mengenalkan eksistensinya kepada masyarakat. Jika kita kembali berbicara tentang produk penyaring udara yang baik seperti Sakura filter, ternyata kita pun bisa melihat perkembangan terbaru dari produk yang dimilikinya. Di website resmi Sakura filter yang bisa anda akses melalui alamat www.sakurafilter.com anda akan menemukan update terbaru dari produk-produk penyaring udara terbaik yang ada. Anda juga bisa mengikuti perkembangannya melalui akun sosial media twitter di @filtersakura atau akun Facebook di Filter Sakura dan akun instagram di @filter.sakura. Bahkan selain itu anda juga bisa melihat info-info tersebut menginstallnya aplikasi Filter Sakura yang ada di berbagai flatporm seperti Android, iOS serta BlackBerry.

Mulailah dari sekarang, menjadi bagian dari mereka para pengendara bijak yang selalu menggunakan produk terbaik untuk lingkungan. Sehingga berkendara aman, sehat dan nyaman bukan lagi hanya menjadi cita-cita semata. Ciptakan kualitas udara yang bersih, singkirkan kepulan asap hitam serta bau yang tidak sedap setiap anda berada di jalan raya dengan menggunakan penyaring udara yang berkualitas. Mulai dari diri sendiri, untuk kini dan nanti!

Senin, 06 Juni 2016

Lantunan AlQuran Dalam Bis Kota #RamadhanOnTheBus Eps. 1

Pagi masih menghitam. Belum terlihat meski hanya selembar sinar dari ufuk timur untuk membuka cakrawala pagi. Namun laju sepeda motor ini telah mengantarkan diri pada sebuah sudut kota dimana hiruk pikuk warganya seakan tak menghiraukan semuanya. Hanya satu benak dalam kepala meraka, bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja di hari pertama bulan Ramadhan tahun ini.

Sejenak setelah memarkirkan kuda besi tua berwarna biru yang tadi sudah mengajakku berlari kini aku berada diantara mereka. Pula berpikir yang sama. Berpikir tentang hal yang sama juga.

Dari kejauhan sebuah bis berwarna putih melambaikan kehadirannya. Akupun bersiap untuk menyambut kedatangannya.

Namun, sayang sekali tak ada satupun kursi tersisa untukku meski hanya untuk bersandar pagi ini. Aku meletakkan tas hitam ranselku di lantai bis dan mulai membuka ponsel tua ini. Setelah mengabarkan pada istriku bahwa aku telah naik bis akupun segera membuka menu Al Quran digital dalam ponsel tersebut. Satu persatu ayat-Nya aku baca, melanjutkan tilawah tadarus yang telah kumulai tadi malam.

Aku menghela nafas dan sejenak melirik ke satu arah. Alhamdulillah ternyata akupun menemukan pemandangan yang sama. Ini yang aku rindukan dari Ramadhan. Begitu banyak orang tak ingin menyia-nyiakan waktunya untuk bersama-Nya, mengisinya meski hanya dengan membaca lirih kitab suci-Nya. Dan aku merasakan lantunan kitab suci-Mu bersenandung dalam penatnya bis kita pagi ini.

Semoga ini permulaan yang baik di bulan yang baik ini. Menuju Islam yang rahmatan lil'alamin, semoga semua orang mulai memperbaiki diri, menahan diri serta berintrospeksi atas segala khilaf yang senantiasa menggelayuti diri tidak terkecuali diriku.

Kamis, 14 Januari 2016

#PrayForJakarta #InnallahaMaAna

Tulisan ini aku dibuat di tengah kegelisahan hati di satu pemuncak hari

Sebuah kabar seolah menghentak Indonesia, siang ini. Rangkaian penyerangan diduga berasal dari kelompok bersenjata terjadi di sebuah tempat di pusat kota Jakarta. Sebuah tempat perbelanjaan yang biasanya ramai tak pernah mati hiruk pikuk setiap waktu pun kini terdiam. Jakarta mencekam.

Aku mengabarkan pada keluarga bahwa alhamdulillah ditempat dimana aku bekerja masih aman terkendali. Hanya terlihat kepanikan kecil dari reka-rekan sekantor yang saling bertukar kabar tentang peristiwa yang terjadi. Aku kembali mengalihkan mata ini ke arah layar komputerku. Menyimak berita terbaru dari beberapa media berita online.

Sebuah broadcast message masuk, sebuah himbauan untuk menghindari area-area umum yang berbau Amerika. Amerika? Hatiku bergetar. Ya memang sebuah kedai restoran yang tepat berada di depan pusat perbelanjaan Sarinah dikabarkan menjadi lokasi utama penyerangan. Dan ini kembali dikaitkan dengan asal muasalnya restoran itu berdiri, Amerika.

Aku tutup seluruh layar jendela aplikasi di komputerku. Kulepaskan sepatu dan kaos kaki yang menutupi kaki ini. Aku langkahkan kaki untuk mengambil air wudhu. Dalam dhuhur kulantunkan sebuah surat Al-Ashr, demi masa!. Perlahan ada setitik air diujung mata ini mengingat semuanya. Ya Alloh jika saja sudah sampai waktunya, tak akan ada yang bisa merubahnya.

Aku beristighfar dan kembali memperbaiki sholatku.

Keberadaanku bekerja di sebuah gedung yang berada di sebuah komplek perkantoran yang notabene terdapat beberapa kantor kedutaan Amerika memang selalu jadi sorotan. Aku tak terbayang jika tiba-tiba saja dalam sujudku sebuah bom meledak di gedung di tempatku kini berada. Ya Alloh, aku hanya ingin dan berdo'a agar engkau tetap kokohkan sujudku dan teguhkan aku agar tetap ada dalam agama-Mu.

Selepas sholat kutunaikan sebuah do'a, untuk ibuku, istriku, anak-anakku dan juga semua keluargaku. Semoga Alloh melindungi kita semua.

Aku kembali menitikkan air mata ketika mengingat pagi tadi. Sebelum aku pergi, aku kecup kening anak lelakiku yang masih tertidur pulas. Aku dapati anak perempuanku berlari menuju pintu melepas kepergianku. Dan aku melihat peluh keringat dari istriku tercinta yang harus berlomba dengan waktu untuk menyiapkan bekal untukku hari ini.

Aku kembali menuju meja kerjaku.

Sambil menikmati sajian makan siang hasil keringat dan cinta dari istriku, aku sempatkan kembali membuka layar komputer. Melihat perkembangan berita. Berharap insiden telah berlalu.

Ah, terlalu lemah diri ini. Terlalu mudah diri untuk takut dan terdiam dalam kebisuan.

Padahal bukankah Alloh maha kuasa atas segala sesuatu?

Aku hanya berharap. Ya Alloh, selamatkanlah kami, selamatkan negeri ini dari orang-orang yang berbuat aniaya.

Aku pasrahkan, aku serahkan pada-Mu ya Rabb. Kapanpun itu, dimanapun itu, jika memang maut akan menjemput. Dengan apapun itu, lewat apapun terjadi, maka semua akan terjadi.