Rabu, 14 Februari 2007

Sadarkah kita ?




Assalamu'alaykum wr wb,
Ikhwah fillah, pernahkah kita berjalan, dimana didepan kita banyak duri yang bisa saja melukai tubuh kita, ataukah disamping kita adalah jurang-jurang yang terjal, ataukah pula di bawah telapak kaki kita banyak berserakkan pecahan-pecahan kaca?

Begitulah ikhwah, sebuah perumpamaan taqwa. Bagaimana cara kita untuk bisa berhati-hati agar jangan sampai tubuh ini terluka akibat goresan duri itu, bagaimana agar tubuh kita tidak terlempar kedalam jurang yang terjal itu, dan agar kaki-kaki kita juga tidak terluka akibat pecahan-pecahan kaca yang berserakan dalam hamparan jalan yang kita lalui.

Kehidupan di dunia ini tak lebih dari sebuah jalan yang penuh dengan ujian, dimana ujian-ujian tersebut begitu mudahnya akan dapat menyesatkan kita seandainya keimanan tidak ada dalam jiwa ini. Tidak salah memang jika sikap kehati-hatian kita menjalani kehidupan ini diibaratkan sebagai perumpamaan taqwa. Karena dengan taqwa, dengan senantiasa mendekatkan diri ini padanya serta senantiasa berusaha untuk tidak melanggar ajaran Alloh, maka kita akan terbebas dari segala sesuatu yang dapat menyesatkan langkah-langkah kita tersebut.

Tiap hari kita dihadapkan pada kondisi itu, sadarkah kita berapa banyak dosa yang mungkin secara tidak sengaja ataupun memang dengan sengaja kita perbuat, karena duri, jurang ataupun pecahan kaca yang berserakan dalam kehidupan ini?. Maaf, seorang wanita muda dengan penampilannya yang kurang bermoral kadang muncul dihadapan kita laksana duri-duri yang menghadang perjalanan ini, atau pula kehadiran tempat-tempat hiburan yang sama sekali tidak bernilai dimata Alloh laksana jurang-jurang terjal yang berada disamping kita, yang sewaktu-waktu apabila kita terlena, maka kaki ini bisa saja terpeleset dan jatuh kedalamnya.

Jaga diri dan hati kita dari segala yang bisa membawa kearah sana, yakni kearah yang dapat menyebabkan kita menyesal dihadapan Alloh kelak dihari Ia mengumpulkan kita, dihari Ia meminta tanggung jawab atas diri kita. Berpeganglah akan agamanya, insya Alloh berapa banyak duri itu menghadang, berapa terjal jurang itu menganga, atau berapa tersebar pecahan-pecahan kaca itu terhampar, insya Alloh, Alloh akan senantiasa bersama kita, melindungi kita.

Ingatlah kebersamaan kita dengan-Nya, semakin dekat kita dengan-Nya maka semakin dekat pula Ia pada kita, namun semakin jauh kita dari-Nya, maka semakin jauh pula Ia meninggalkan kita.


3 komentar:

  1. sadar sih.. cuma kadang2 diri ini suka bandel.. makanya tolong diingatkan terus ya Akh!

    BalasHapus
  2. Seringkali kita sadar dengan segala yang kita lakukan akan merusak diri, namun seringkali juga kita masih melakukan hal itu.Sadarkah kita? Jawabannya ada pada hati individu masing2, wallahu'alam.

    BalasHapus
  3. kembali ke fitrah manusia...tempatnya khilaf...
    kadang sudah tau salah..tapiya koq pura2 ga tau...
    Memang tidak mudah mengalahkan ke egoan yg ada di dalam diri iniy..
    TQ tulisannya yah..sebagai tambahan untuk introspeksi diri yg memang semakin lama semakin dekat dengan hari kepulangan yg tiada pernah kita ketahui kapan tepatnya akan menjemput kita...

    BalasHapus