Senin, 05 Maret 2007

Bila mentari mungkin takkan terbit di esok pagi ...

Bukanlah takut karena mati, karena memang seperti Bimbo bertutur bahwa mati itu memang pasti terjadi. Namun, apa yang saya rasakan dua hari yang lalu sampai terakhir di akhir sepertiga malam tadi menjadi satu pemacu semangat saya untuk lebih meningkatkan kedekatan senantiasa bersama-Nya. Saya berharap dapat menghadapnya suatu saat nanti sebagai hamba yang senantiasa taat pada-Nya.
Memang apa yang terjadi tak jauh beda dengan yang terjadi pada almarhum bapak dua puluh tahun yang lalu. Tapi wallohu'alam ini semua rahsia sang pencipta.
Sebuah bait puisi bapak yang pernah tertulis di buku hariannya beberapa hari menjelang kepergiannya :

Belahan dada ini yang sebagian telah rusak terkoyak
Kutinggalkan semua angan dan cita
Biarkalnlah kusambut anganku nanti
Bila mentari mungkin takkan terbit di esok pagi ...




0 comments:

Posting Komentar