Selasa, 01 Mei 2007

Aku, kau dan PK Sejahtera




Assalamu'alaykum wr wb

Judul ini pernah saya tulis sekitar tiga tahun yang lalu, saat itu pada kesempatan negeri ini menjelang ajang Pesta Demokrasi di tahun 2004. Namun saat itu hanya saya masukkan di kumpulan cerita-cerita tentang PKS yang kami bagikan kepada mahasiswa-mahasiswi di kampus, sebagai salah satu media kampanye partai ini. Sebuah tulisan yang mengungkap kekaguman saya (saat itu belum bergabung sebagai kader Partai Dakwah ini, red) pada Partai yang bergerak dengan semangat dakwahnya, berjuang pada berbagai lapisan masyarakat, dari rakyat kecil hingga kalangan diplomat, para pejabat negeri Indonesia.

Sebagai seorang warga negara yang saat itu pertama kali berkesempatan mengikuti ajang lima tahunan itu tentu ingin rasanya saya turun bergerak meneriakan wacana demokrasi serta mengibarkan panji-panji untuk mengusung reformasi seperti kebanyakan rekan-rekan lainnya. Namun, dengan siapa saya bergabung, itu menjadi sebuah tanda tanya yang saya rasakan saat itu. Tidak heran memang, sejumlah 24 partai politik maju membawa visi misinya menjanjikan akan membawa Indonesia ke satu kondisi dimana kesejahteraan, keamanan, kemakmuran dan lain sebagainya akan dicapai dalam genggaman jika masyarakat bergabung bersama mereka.

Sebuah pilihan yang sulit bagi saya saat itu, meskipun sebenarnya politik bukan menjadi hal yang asing dalam keluarga saya. Memilih satu dari sekian banyak, untuk bergabung dengan suatu wadah yang benar-benar bergerak untuk bangsa, tanpa mengesampingkan nilai-nilai moral dan agama menjadi satu rujukan hati ini dalam menjalani masa-masa tersebut.

Hingga akhirnya, suatu hari bersama rekan-rekan dari pengajian kampus, saya ikut dalam sebuah ajang kampanye sebuah partai dakwah Partai Keadilan Sejahtera. Terus terang, saat itu niat saya hanya ingin melihat dan merasakan sejauh mana nilai-nilai dakwah yang mereka usung bila saya bersama mereka.

Saat itu, usai sholat dzuhur kami bertiga berangkat menuju sebuah Gelanggang Olah Raga yang dijadikan sebagai arena kampanye hari itu. Dan akhirnya, kamipun sampai disana, bergabung bersama ribuan orang yang kebanyakan dari mereka ber-atribut satu simbol keadilan sejahtera.

Subhanalloh, ada beberapa keheranan yang saya rasakan ketika mulai begabung bersama mereka. Senyuman-senyuman kegembiraan diuntai dengan jabat tangan serta sapaan hangat datang silih berganti ketika kami melalui keberadaan mereka menuju ke dalam arena. Heran ????... ya !!!, Saat itu saya hanya berpikir, siapa saya? datang saja baru, bergabung juga belum, namun kenapa perlakuan mereka seolah-olah menjadikan kami bagaikan saudara-saudaranya yang sekian lama tidak berjumpa. Tidak ada kecanggungan ketika bertegur sapa, tidak ada sikap yang dibuat-buat, semua berjalan layaknya sebuah kebiasaan semata. Sekali lagi kuucapkan tasbih dalam hati ini ... Subhanalloh

Jadwal acara memang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum selepas Dzuhur dan diakhiri menjelang senja tiba. Tentu saja saya rasa ini sempit untuk ukuran sebuah acara, karena dalam rangkaian acara tentu akan menemui waktu sholat Ashar, yang berati akan memotong rangkaian acara.

Namun sungguh diluar dugaan, ketika ditengah gemuruh suara takbir yang tak pernah berhenti dalam kampanye tersebut, ditengah nada-nada nasyid yang semakin menentramkan jiwa, ketika adzan ashar berkumandang, dengan sadar para kader dan simpatisan partai ini untuk bergerak bersatu padu beriringan menuju mesjid, menghadapkan jiwa kepada sang maha pencipta.... Subhanalloh, inikah jalan-Mu ya Rabb??, inikah saudara-saudaraku ya Rabb?? ...

Usai acara, kami kembali. Meskipun rasa kagum masih menggelayuti jiwa ini, namun saya pikir terlalu cepat untuk memutuskan bergabung tanpa kita mengenal lebih banyak gerak langkah partai ini. Sejak saat itu, artikel di koran, berita-berita dan buku-buku tentang sepak terjang partai dakwah ini saya baca. Yang akhirnya hal ini mengantarkan saya untuk bergabung bersama di jalan dakwah melalui wadah Partai Keadilan Sejahtera.

Tahun berganti, pemilu sudah berlalu. Saya kira wajar jika masih ada ketakutan ketika kita memutuskan untuk bersama bergabung di wadah organisasi manapun, termasuk PKS. Takut akan lupa akan apa yang diusung ketika sebelum pesta demokrasi digelar, dan lain sebagainya. Namun alhamdulillah, beberapa bulan yang lalu ketika seorang George W. Bush hendak mendatangi negeri tercinta, saya berkesempatan untuk kembali mengikuti aksi bersama PK Sejahtera. Alhamdulillah, visi, misi serta cita-cita yang tertuang dalam sikap dan langkahnya masih kokoh dalam diri partai dakwah ini. Untuk kesekian kalinya saya digembirakan dengan keberadaan saudara-saudara yang tak lupa dari menjalankan sholat tepat waktu meskipun ditengah aksi demonstrasi, yang tak lupa pula berucap takbir, tahmid, dan tasbih-Nya di sela-sela degup jantung semangatnya.

Alhamdulillah ya Rabb, semoga engkau meridhoi jalan ini. Yang juga semoga Engkau tetap menuntun langkah kami dalam menegakan agama-Mu, lindungi kami dari khilaf dan dosa, sampaikan kami pada cita dan harapan menegakkan Al Haq di bumi tercinta ini.
Amiin yaa Robbal'alamiin ....

Wassalamu'alaykum wr wb

2 komentar:

  1. :-)

    hanya ingin memberi sebuah senyuman untuk antum...

    BalasHapus