Rabu, 18 April 2007

Sukes itu dengan enam potong kue





Assalamu'alaykum wr wb,



Sebuah artikel pernah saya baca ketika saya mencari sebuah biodata dari
seorang CEO di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia (Arwin Rasyid,
Dirut PT. Telkom Indonesia, red) beberapa bulan yang lalu. Saat itu
saya mendapatkan sebuah artikel yang masih berkaitan dengan beliau.
Cukup sederhana memang judul artikel tersebut, ia mengatakan bahwa "Sukes itu dengan enam potong kue".



Sesaat saya saat itu kurang memahami maksud dari judul artikel
tersebut, sampai akhirnya saya tertarik dan saya baca isi dari artikel
tersebut.



Subhanalloh, ternyata beliau menyampaikan pandangnnya mengenai hakikat
kita sebagai manusia yang tidak bisa hanya mengandalkan dan memfokuskan
diri pada satu faktor saja, namun hendaknya kita mampu mem-partisi diri
dan kehidupan kita kedalam beberapa bagian. Beliau membaginya kedalam
enam bagian, yang beliau ibaratkan bagai enam potong kue tersebut.



Ada satu bagian yang diperuntukkan untuk karir, satu bagian untuk
keluarga, satu bagian untuk spiritual keagamaan, satu bagian untuk
sosial, satu bagian untuk kesehatan dan satu bagian lagi untuk
pengembangan diri. Untuk lebih jauhnya besar kecilnya bagian-bagian
tersebut, itu dikembalikan kepada kepribadian kit masing-masing.



Menarik memang ketika kita maknai apa yang beliau sampaikan tersebut.
Coba jika kita bayangkan kita hanya mementingkan karir saja tanpa kita
niatkan ibadah, maka bukan tidak mungkin dirumah, keluarga kita
terbengkalai, kesehatan kita kurang terjaga, dengan orang lain kita
tidak bisaa bersosialisasi. Namun pula sebaliknya, jika kita
mementingkan keluarga kita dengan mengesampingkan sisi lainnya, bukan
tidak mungkin pula diri kita tidak bisa berkembang, kita tidak bisa
membahagiakan mereka dengan materi yang kita dapat dari karir kita, dan
lain sebagainya.



Untuk itu, rasanya lebih baik jika kita memulai menata kembali apa
yang jalani sekarang ini. Sehingga seluruh faktor yang mendukung
kehidupan kita bisa berjalan dengan baik, dan kesuksesan dunia akhirat
yang senantiasa kita dambakan menjadi kenyataan nantinya, subhanalloh.



Amiin yaa robbal 'alamiin



Wassalamu'alaykum wr wb


3 komentar:

  1. nuhun pisan kang tos dibagi elmuna :)

    BalasHapus
  2. nah karens itu pula saya masih berbenah,masih terseok-seok membaginya :D

    BalasHapus
  3. jaga keseimbangan... mudah diucapkan sulit dilaksanakan... tapi kalau berhasil, sukses pasti dalam genggaman...

    BalasHapus