Jumat, 11 Mei 2007

Jika saya klarifikasi ...




Assalamu'alaykum wr wb

Untuk yang kesekian kalinya baik rekan kantor, temen-temen ataupun kontak saya di MP bertanyatentang hal ini. Kali inipun seseorang menghubungi saya dan berkata sambil sedikit menyisipkan tanda tanya disetelahnya. "Sudah punya mujahid juga ya?", katanya. Nada kata mujahid menjadi terganti seakan bertanya, "Sudah punya putra juga ya?" ...

Beberapa photo keponakan saya (Ardan Bintang Arrasyi) yang saya posting ke blog dengan judul Mujahid kecilku menjadi penyebabnya. Saya hanya tersenyum. kemudian saya sampaikan bahwa itu memang mujahid saya, tapi mujahid kecil itu kan bukan berarti harus diidentikan dengan putra kita saja saya kira, he... he.. he..

Tapi dalam hati saya bersyukur. Beberapa kesempatan yang lalu, saya lebih dikatakan sebagai seorang yang masih kekanak-kanakan, baik dari fisik, sikap ataupun tingkah laku. Namun alhamdulillah, semoga dengan adanya prasangka akan keponakan saya pantas sebagai putra saya, hal itu membuktikan bahwa tahap pendewasaan sekarang hinggap dalam diri saya. Meskipun pendewasaan dalam keilmuan agama, masih jauh bila saya rasakan.... (mohon do'a dari semuanya)

Wassalamu'alaykum wr wb


8 komentar:

  1. semoga cepet dapet 'jundi' (anak,-red)

    BalasHapus
  2. tahap pendewasaan sekarang hinggap dalam diri saya
    =========================================
    alhamdulillah :D

    BalasHapus
  3. kalo punya mujahid sendiri kan lebih OK, tul nggak....

    BalasHapus
  4. hmmm...... bener nih langsung di klarifikasi.... :-p
    Klo dah dapet,Jangan lupa undang-undang orang Jakarta yah....
    Sukses buat mas Dikdik!!!!

    (UminyaRaka'nDaffa)

    BalasHapus
  5. Semoga...Tergenapkan. Saya juga lagi doain diri sebenarnya...

    BalasHapus
  6. Memiliki mujahid kan bisa lewat mengasuh, merawat dan mendidik anak2 terlantar tanpa ortu. Kenapa gak di coba?

    BalasHapus