Selasa, 19 Juni 2007

Doraemon pun tak abadi ...


Assalamu'alaykum wr wb,

Sayang memang, ketika sebuah hal yang fenomenal harus berakhir terkubur dalam harapan banyak orang yang masih merindukannya. Seperti halnya juga Doraemon.

Sebuah cerita yang penuh dengan imajinasi telah lahir 17 tahun yang lalu, terlahir di awal perkembangan dunia per-televisian swasta di Indonesia. Saat itu (sekitar tahun 1990) stasiun televisi swasta satu-satunya di Indonesia baru RCTI. Dan Doraemon menggebrak dunia anak-anak dengan berhasil membawa imajinasi generasi muda Indonesia terbang, seakan memasuki dunia sekian ratus tahun yang akan datang.

Dunia dimana semua serba canggih, dengan berbagai alat termodern yang ada pada seorang robot yang datang dari masa depan. Pintu kemana saja mampu mengantarakan manusia keberbagai tempat yang dituju, mesin waktu sanggup membawa manusia hadir dalam tempo dulu dan masa depan dalam sekejap waktu, kantong ajaib memuat berbagai alat yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh manusia.

"Luar Biasa", tentunya ungkapan tersebut layak disandang oleh ia, sang kucing ajaib yang justru memiliki naluri alami yang bertolak belakang dengan kucing-kucing yang ada saat itu yaitu takut akan tikus.

Banyak kalangan mempersoalkan kehadiran Doraemon di dalam perkembangan kejiwaan anak-anak. Mereka banyak beranggapan bahwa Doraemon tak layak hadir, dikarenakan bisa merusak dunia anak dengan terlalu banyaknya menyuguhkan hal-hal yang tidak masuk di akal.

Tapi, tunggu dulu, itu hanya opini dari sebagian kalangan saja. Karena ternyata tak sedikit yang justru menilai kehadiran Doraemon sebagai pintu gerbang kebebasan berimajinasi.

Bagi siapa saja yang pernah menonton serial, film atau mungkin membaca komiknya tentu akan merasakan hal tersebut. Hal dimana manusia diajak berpikir tentang sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin terjadi menjadi mungkin terjadi.

Sungguh kehadirannya sangat fenomenal.

Namun sayang, sebuah kabar tersiar akan berakhirnya cerita ini. Media internet telah banyak mengutip sebuah akhir cerita Doraemon dalam bentuk komik.

Entah betul ataukah tidak, yang jelas, Doraemon tetaplah Doraemon. Seorang tokoh yang pernah muncul dan satu waktu bisa saja berakhir. Mungkin itu karena memang tidak ada lagi peminat akan tokoh kartun tersebut, atau justru malah karena Fujiko F. Fujio (pengarang seial doraemon) yang harus terhenti disatu waktu, ketika usia menutup hitungannya.

Hanya sejarah yang mampu mencatat semua itu.

Terima kasih Doraemon!!!

Wassalamu'alaykum wr wb

Untuk membaca : AKHIR CERITA DORAEMON


3 komentar:

  1. aku ingin begini.,..aku ingin begitu...la la la la la..semua semua bisa dikabulkan...
    sejak sd (klo ga salah?) sampe kuliah, hari minggu jam 8 pagi pasti nonton itu ..meski bnyk kartun lain yg lucu2..tp doraemon tetep 'menarik' ditonton loh...
    *luv Doraemon*

    BalasHapus
  2. ingin ini ingin itu banyak sekali...
    ketinggalan mbak...hehehe...
    sekarang jarang2 nonton doraemon, tapi sampe sma kemarin masih nonto chibi maruko chan...lucu'
    sodaraan wae....

    BalasHapus