Senin, 25 Juni 2007

InsyaAlloh, YANG MUDA [pun bisa jadi] YANG DIPERCAYA


Assalamu'alaykum wr wb,

Sepertinya kurang tepat jika muncul ungkapan bahwa "YANG MUDA YANG GAK DIPERCAYA", seperti yang sering muncul belakang ini.

Meskipun mungkin bukanlah maksud untuk mematahkan semangat para generasi muda kita, namun patut disayangkan sedikit banyaknya kemunculan ungkapan ini telah mempengaruhi mentalitas bangsa.

Secara tidak sadar, mereka (para generasi muda, red) telah beranggapan untuk membenarkan ungkapan tersebut. Hingga ketika satu waktu, ketika mereka menemui satu kondisi yang memposisikan mereka harus dapat bersaing dengan mereka para generasi diatas kita, yang ada dalam benak mereka hanyalah perasaan bahwa mereka tak mungkin mememenangkan persaingan dalam memenangkan kepercayaan tersebut.

Padahal jika kita menengok sejarah, dimana seorang shahabat nabi, yaitu Mu'adz bin Jabal berada.

Ia justru lahir sebagai satu insan yang kehadirannya telah sangat berpengaruh dalam perkembangan Islam, meskipun saat itu usia beliau masih sangat muda. Bayangkan saja ketika beliau meninggalpun, usia beliau baru 33 tahun, sebuah usia yang sangat belia.

Kehadiran beliau dalam setiap forum-forum diskusi para shahabat, tidak kurang selalu menjadi seorang yang senantiasa meluruskan masalah ketika diskusi tersebut tidak menemukan jawaban. Iapun menjadi rujukan ketika diskusi-diskusi tersebut menemukan jalan buntu. Bahkan di beberapa kesempatan, iapun hadir sebagai seorang pengambil beberapa keputusan penting.

Subhanalloh ....

Satu bukti yang ternyata justru bisa mendongkrak semangat generasi muda Islam.

Terlepas dari kehadiran beliau (Mu'adz bin Jabal) dimasa perjuangan permulaan Islam, semoga dimasa sekarangpun Alloh kembali menghadirkan generasi-generasi muda yang bisa mendapat kepercayaan layaknya seorang Mu'adz bin Jabal, dalam berjuang menegakkan kembali Islam di bumi ini.

Wassalamu'alaykum wr wb

6 komentar:

  1. ternyata ungkapan itu padam bila membaca tulisan kamu ini
    ternyata kamu yang muda juga penuh ilmu.

    BalasHapus
  2. jadi pertanyaannya sekarang adalah layakkah kita untuk mendapatkan kepercayaan itu.krn ga semua yang muda ga dipercaya kan yah?

    BalasHapus
  3. kalau yang muda punya niat mahu jadi seperti Mu'adz bin Jabal, mengapa tak layak dibagi kepercayaan.

    BalasHapus
  4. gimana yang muda mau dapet pengalaman, pengalaman itu khan guru yang paling baik " dari pengalaman itu yang muda dapat menjadi orang yang dapat diandalkan "

    BalasHapus
  5. memang terkadang 'senioritas' masih berlaku dalam iklim indonesia...:)

    BalasHapus