Jumat, 29 Juni 2007

Mengapa tidak meminta-nya kepada-Nya?


Assalamu'alaykum wr wb,

Berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan kita kadang tak menjadi jaminan akan tercapainya keberhasilan atas apa yang kita harapkan. Ini menyadarkan kita bahwa diatas kita masih ada yang maha segalanya, Ia yang mampu dan kuasa atas segala perkara. Ialah Ia Dzat yang maha agung, penentu alur cerita hidup umat manusia, Alloh SWT.

Pagi tadi saya seperti biasa menyimak salah satu acara ceramah pagi di MQFM. Ketika saatnya tanya jawab, ternyata banyak sekali saudara-saudara kita yang mengeluh tentang apa yang mereka harapkan hadir dalam kehidupannya. Mereka berujar bahwa usaha maksimal telah mereka lakukan, namun hasil yang dicapai belum juga memuashan.

Saya jadi teringat waktu itu, satu hari seorang anak tetangga saya berlari berteriak minta tolong, ternyata ia dikejar anjing. Rupanya ia terlambat berjongkok dan melempar batu ketika melewati salah satu rumah di jalan yang ia lewati ketika akan berangkat sekolah, sehingga konsekuensinya ia harus berlari menghindari kejarannya. Di rumah tersebut memang ada seekor anjing yang sengaja dipelihara oleh si empu-nya rumah.

Hampir sering sekali kejadian itu ia alami, meskipun ia telah berusaha menyiapkan beberapa buah batu untuk ia kantongi sebagai bekal senjata menghadapi anjing ketika melewati rumah tersebut.

Hingga akhirnya ia mengadukan hal tersebut kepada ibunya.

Tidak lama berselang, ibu dari si anak itu mengunjungi si empu-nya rumah tersebut, dan ia meminta dengan baik agar anjing itu sebaiknya tidak dilepas begitu saja, karena kadang mengganggu kenyamanan orang-orang yang melintas di depan rumah si empu tersebut.

Si empu-nya rumah berterimakasih dan berjanji akan menjaga anjingnya untuk tidak lagi mengganngu orang-orang. Keesokan harinya, anjing tersebut tidak lagi terlihat menggangu orang, dan salah satunya, si anak tetangga sayapun bisa bebas dan tenang ketika pergi sekolah.

Ternyata begitu mudah suatu urusan terselesaikan, ketika kita memintanya kepada ia yang memilikinya. Behitupun pula hendaknya dalam kehidupan kita.

Kadang kita dibingungkan oleh segala macam masalah yang ada dalam kehidupan ini, tanpa sadar dan lupa meminta pada Alloh agar diberikan kemudahan dalam menjalaninya. Padahal keimanan kita semestinya dengan penuh mengimani bahwa Ia Dzat yang maha kuasa akan segala sesuatu, Dzat yang memiliki segala apa yang ada di dunia ini.

Semoga kita tergolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa bisa mengingat dan mengimani keberadaan dan kekuasaan-Nya setiap waktu, hingga rahmat Alloh senantiasa mengiringi setiap jejak langkah ini.

Aamiin yaa robbal'aalamiin ...

Wassalamu'alaykum wr wb

Dikdik Andhika Ramdhan
e-mail : ramadhan_adhi@yahoo.co.id

9 komentar:

  1. Semoga kita tergolong hamba-hambanya yang senantiasa bisa mengingat dan mengimani keberadaan dan kekuasaan-Nya setiap waktu, hingga rahmat Alloh senantiasa mengiringi setiap jejak langkah ini
    =============================================================
    amin..insyaallah..

    BalasHapus
  2. Subhanallah, taushiah yg lembut dan mengena di hati, terima kasih for sharing ya :-)

    BalasHapus
  3. betul, padahal cuma Dia yang Maha Pemberi

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah,
    sama-sama mbak, mudah-mudahan bermanfaat ...
    :)

    BalasHapus
  5. saya juga pernah menegur tetangga gara-gara anjingnya *maap out of topic*

    BalasHapus
  6. Kisah yang hampir serupa, tapi tak sama pernah terjadi pada salah seorang anak tetanggaku.
    Tapi yang naas-nya.. selang beberapa hari, Lan dnger kabar kalau anjing itu mati (diracun oleh bebrapa/seseorang warga). hhmm....teganya!!

    BalasHapus