Selasa, 17 Juli 2007

Ketika bingkai kacamata itu telah membatasi ruang pandang kita ...


Assalamu'alaykum wr wb,


"Karena Islam memang bukanlah hanya sebuah agama ..."

Itulah yang hingga kini masih terngiang di telinga saya, ketika suatu hari mengikuti pengajian bersama beliau.

Memang cukup jelas kiranya Alloh SWT membedakan Islam dari yang lainnya, menjadikan Islam sebagai sebuah Dien, bahkan satu-satunya Dien yang paling Ia ridhoi (simak dalam Q.S Ali Imran : 19)

Dien memiliki cakupan yang lebih luas, berbeda dengan millah hanya sebuah bagian daripadanya. Dien ibarat sebuah negara, sedangkan Departemen Dalam Negeri adalah millah-nya.

Karena memang ternyata Islam terlalu sempit jika kita mengartikan hanya sebagai sebuah agama yang mengatur hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya, Islam lebih tepat diartikan sebagai sebuah sistem yang daripadanya mencakup tentang berbagai hal, salah satunya adalah agama.

Namun justru ini yang memang telah membatasi cara pandang kita. Ibarat sebuah bingkai kacamata, cara pandang kita pun telah dibatasi oleh ungkapan bahwa memang Islam tak lebih dari hanya membahas soal ibadah, berbuat baik terhadap sesama, memakmurkan mesjid, dan sebagainya.

Kita terlupa bahwa sebetulnya bukan hanya itu yang ada dalam Islam.

Ketika ada yang mencoba melangkah ke dunia politik, kita memandangnya itu bukan area Islam. Ketika ada yang melaju di dunia ekonomi, kita berujar bahwa itu bukan pula area Islam. Sungguh terlalu sempit cara pandang kita untuk hal ini.

Padahal jika kita kembali menengok ke saat dimana Rasulullah berada, Ia justru berhasil menjadi seorang pemimpin ummat dengan mendirikan sebuah pemerintahan Islam yang islami, dengan kemakmuran dan kejayaan menghiasi sejarah daripadanya.

Karena memang Islam itu luas, ketika kita bicara tentang ibadah, Islam menghadirkan tentang Fiqih Ibadah, ketika kita bicara tentang pembinaan dakwah, Islam menghadirkan Fiqih Dakwah, ketika kita bicara tentang masalah ekonomi, Islam menghadirkan Fiqih Mumamalah, bahkan ketika kita berbicara tentang dunia politik pun Islam hadir dengan Fiqih Siyasah didalamnya. Subhanallah ...

Bukankah itu cukup membuktikan bahwa hidup dalam Islam bukan hanya sesempit yang kita kira ???

Semoga Alloh mengembalikan kita, membimbing kita untuk memahami kembali makna Islam yang sebenarnya.

Wassalamu'alaykum wr wb

9 komentar:

  1. open minded ya :)
    alias ga picik :)

    BalasHapus
  2. Amin Ya Robbal'alamin,
    TFS nya kang

    BalasHapus
  3. pengkotak2an seperti ruang untuk politik, ruang untuk ekonomi, dan ruang untuk ibadah merupakan bentuk kemunduran berpikir. padahal, politik pun bisa bernilai ibadah. demikian juga dengan ekonomi, dlsb.

    tidakkah kita ingat bahwa rasulullah menyusun strategi perang di dalam masjid? lalu mengasah pedangnya pun di mesjid?? sekarang banyak dari kita yang menggunakan kacamata sendiri (cara pandang yang terbatas) bahwa masjid hanya untuk shalat! eleuhhh eleuhh!

    mungkin sudah saatnya kita minta mereka melepas kacamatanya dan kita ganti dengan contact lens. biar bisa memandang lebih luassss lagiiiii. gimana? :)

    tfs

    BalasHapus
  4. tulisannyah bagus sekali kang..nuhun..
    dinanti lagi ah yang lainnya..
    tapi komen2 nya saya ga ngerti..
    "TFS" teh apaan ya?
    (saya mikirnya TFS = Tempat Femungutan Suara)

    BalasHapus
  5. hmm sebuah pemahaman yang indah..
    sayang banyak orang hanya mengotakkan islam seperti kaum kafir mengotakkan agama dan negaranya..

    BalasHapus
  6. mungkin memang begitu yg seharusnya, mengingatkan saya pada review novel tulisan camila gibb yg memandang Islam dg lbh fair. jd pingin baca novelnya...

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum.wr.wb.
    salam ukhuwah..
    bagus tulisannya.. memang pikiran kita sering terkotak-kotak tentang Dienullah

    BalasHapus
  8. Lha Islam kan mencakup segalanya....dulu teman saya mikirnya juga gitu akh, namun setelah dijelasin dia baru nyadar n mikir lebih luas lagi. by the way it's nice....

    BalasHapus