Rabu, 08 Agustus 2007

PILKADA JAKARTA : Karena ini bukti sebuah kemenangan ...

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Hanya berselang sekitar kurang dari satu jam sejak proses pemungutan suara ditutup, hasil akhir perhitungan suara dengan metode Quick Count telah berhasil menjawab pertanyaan dan do'a setiap warga ibu kota sejak beberapa waktu terakhir. Hasilnya?, tentu saja tidak jauh dengan hasil perkiraan diatas kertas.

Namun, bagi saya justru sebuah sejarah baru telah tertulis dengan tinta emas pada lembaran kehidupan masyarakat ibu kota ini. Pasangan Adang-Dani yang diusung satu-satunya partai, Partai Keadilan Sejahtera, menang telak diatas pasangan lawannya Fauzi-Prijanto yang diusung oleh dua puluh partai.

Mengapa demikian?

Tentunya ini bukan sebuah sangkalan maupun elakkan atas kekalahan perolehan dari deretan angka, namun saya kira justru ini adalah memang bukti atas sebuah kemenangan.

Jika kita menengok sekitar 3 tahun yang lalu, dimana secara serentak sebuah pesta demokrasi digelar di negeri tercinta ini. Jelas terpampang sebuah partai dakwah yang mengusung cita-cita keadilan dan kesejahteraan (PKS) hanya mampu memenangkan suara sekitar 21% suara saja di Jakarta ini. Meski jumlah ini telah berhasil menetapkan PKS sebagai salah satu pemenang pemilu di Jakarta ini.

Tiga tahun berselang, ketika sebuah ungkapan baru pesta demokrasi diperuntukkan sebagai sebuah nama untuk pemilihan seorang kepala daerah, ini justru yang menjadikan sejarah baru tersebut yang patut kita acungi jempol. Bagaimana tidak, dua pasang calon pemimpin ibu kota dengan dukungan dari partai satu berbading dua puluh. Subhanallah ...

Tentunya anda tidak bisa menyangkal, bahwa untuk saat ini memang inilah bangsa kita. Dimana jika ada sebuah wadah yang menginginkan bangsa ini lebih baik dalam segi aqidah dan akhlak-nya justru lebih banyak dari kita berbondong-bondong berlari, menjauhi dan malah menjadikannya sebagai sebuah common enemy.

Namun, terlepas dari itu semua. Sebetulnya ada satu hal yang mendasari saya ingin mengungkapkan kemenangan ini.

Jika tiga tahun yang lalu Partai Keadilan Sejahtera hanya mampu meraih simpati mengajak berjuang bersama membangun kejayaan ummat dengan 21% suara saja dari keseluruhan warga Jakarta, namun alhamdulillah hanya dalam waktu singkat partai ini sudah mampu lebih dari sekedar melipatgandakan kemenangan dengan meraih sekitar 44% jumlah suara dari keseluruhan warga Jakarta (data ini berdasarkan hasil quick count Metro TV bukan hasil akhir dari KPUD). Itu berarti sekali lagi saya ingin sampaikan bahwa ini adalah bukti kemenangan kita, bukti kemenangan ummat Islam.

InsyaAllah hanya Ia yang mampu membimbing kita menjalani hari-hari menegakkan kembali tegaknya panji-panji Islam di bumi ini. Semoga ini menjadi langkah baru penumbuh semangat baru meraih cita-cita.

Allahu Akbar !!!

17 komentar:

  1. Subhanallah. Sebuah pembahasan yang membesarkan hati. Sebelumnya, saya berselancar di sebuah milis internal yang mencaci-maki sang lawan dan mencari segala kambing hitam yang saya kira bukan cerminan sikap yang mendewasakan. Tidak selalu kekalahan adalah sebuah aib. Mungkin Allah kasih waktu kita untuk banyak belajar dan belajar lebih rendah hati.

    Tabik!
    -langit Jkt cerah, mendung di hati-

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah..... Subhanallah....(menitikan airmata namun hati tersenyum....:))

    BalasHapus
  3. hahaha,, cuma indonesia yg punya cara begini,, amerika (yg notabennya) negara maju aja butuh waktu paling gak 1 bulan u/ mngetahui hasil pemungutan suara,, lahh dinegara kita,, sejam udah kelar,, ckckckckck,, paling maju dahh kalo urusan nyang kayak gini negara kita,, :D
    tanya kenapa,,???

    BalasHapus
  4. Jadi PKS kalah ya??? Belum waktunya kali ya, teruslah berusaha dan berdoa dan tunjukkan terus akhlaq mahmudah kita :-)

    BalasHapus
  5. siapa pun yang menang tolong urusin sungai/selokan/apa pun istilahnya supaya dibenerin biar gak bau, saya sulit bernapas

    BalasHapus
  6. mungkin belum saatnya meminpin jakarta... Allah semua yang ngatur kok.

    BalasHapus
  7. Bismillah...yakin karena Allah begitu sayang dengan jama'ah da'wah ini
    maka pasti Allah memberikan keputusanNya yg terbaik..

    Semoga setiap perjuangan para ikhwah mendapat balasan disisi Allah...

    BalasHapus
  8. Bismilahirrahmanirrahiim
    Kalau Bpk melihat setiap kekalahan itu datang dari diri sendiri....
    1.mungkin ALLAH memberikan peringatan kepada PKS, agar melihat kembali kesalahan2 dlm memprjuangkan islam.
    Sebab setiap kekalahan itu bukan datang dari ALLAH tapi dari diri kita sendiri..

    Bpk melihat kealahan2 PKS atau Masyumi dulu,partai yang terbesar di Indonesia tahun 1960 an, karena Pemimpin2nya tidak bersahabat dgn umat Non islam Dhimmi,ingin berjuang Exclusive.........Sedangkan ALLAH memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk;1)berkasih sayang dgn umat non islam dhimmi, 2).haruslah berlaku adil.Artinya dlm membangun suatu bangsa yang PLURAL tidak boleh diskriminasi dgn umat Non islam, harus bersama sama.

    Perintah ALLAH ini.QS.60:7-8 tidak dikutti oleh Pemimpin2 islam PKS dan Masyumi.

    Oleh karena itulah PKS diizinkan / dibiarkan oleh ALLAH untuk kalah,agar bisa memperbaiki diri cara bermasarakat di tengah2 umat yang PLURAL..

    Demikian tangkapan Bpk.semoga ada manfaatnya dlm mengoreksi diri.
    Wassalam


    BalasHapus
  9. Perasaan di artikelnya bilang bahwa ini adalah kemenangan, kenapa semua beranggapan bahwa ini sebuah kekalahan?
    Bayangkan, satu partai dikeroyok oleh 20 partai, termasuk seluruh partai-partai besar, namun perolehan suara-nya hampir 50 %, pks tidak kalah.
    Bayangkan, dengan jumlah dana yang sangat terbatas, namun sanggup meladeni calon lain dengan modal besar, didukung 20 partai dan juga seorang incumbent.

    BalasHapus
  10. Allahu Akbar...
    betul sekali... dan ini sebagai ungkapan dari seorang pengamat politik Ryaas Rasyid melihat kemenangan Fauzi Bowo sebagai hasil kerja gabungan dan koalisi berbagai pihak dengan sejumlah kepentingan.

    Pertama, 20 parpol pendukung Fauzi-Prijanto punya beban psikologis untuk memenangkan pasangan nomor dua ini. Kedua, kelompok yang menginginkan pluralisme dipertahankan. Ketiga, kelompok yang menginginkan pembangunan tetap dilanjutkan.

    Mereka ini semua, kata Ryaas, otomatis bekerja untuk memenangkan Fauzi-Prijanto, untuk mengamankan berbagai kepentingan. Ini semua menyatukan gerakan. Jadi bukan soal strategi kampanye yang canggih, bahkan juga soal kumis.

    Budiman Sudjatmiko, kader PDI-P, melihat ini kemenangan nasionalis, pluralis, dan Islam kebangsaan. "Ini modal membangun, menyejahterakan warga Jakarta," katanya.

    benar-benar mereka takut sekali kalau panji-panji Islam tegak di kota jakarta khususnya dan pada umumnya ya di negeri ini...

    BalasHapus
  11. kalah sih gak kali ya soalnya dengan perbandingan jumlah partai 1:20 tetapi perolehan suara 45 % : 55% ...
    hebat lah

    BalasHapus
  12. Aslmkm...
    Allahu Akbar....satu jalan dakwah tlah terbuja lebar di depan kita....
    sekarang tinggal kesiapan untuk mengembannya
    ALLAHUAKBAR...

    BalasHapus
  13. TIADA KEKALAHAN DALAM DA'WAH.....

    BalasHapus
  14. baru hasil quick count kan? belum hasil dari KPUD?
    berdo'a aja semoga hasil dari KPUD bisa membuat kita semua lebih bergembira.

    BalasHapus
  15. Gimana sih Orang Jakarta,di Pimpin ama Orang Bener ko Ga Mau sih.........sayang Banget gitu Lox...aku ga Kecewa yang Penting PKS uDAH Nunjukin solusi buat Rakyat...dan Rakyat yang Belum Mengerti...............

    BalasHapus
  16. Ikhwah ...
    Yang jelas amanah semakin besar berada dipundak para generasi dakwah, semoga ini akan lebih menjadikan kita semakin istiqamah untuk mewujudkan kembali sebuah cita-cita, tegaknya panji islam di bumi ini.
    Aamiin yaa robbal'alamiin ...

    BalasHapus
  17. ALLAHU AKBAR...
    ya tiada kekalahan dalam dakwah....
    hanya saja Allah sedang menguji mujahid-mujahid-Nya

    BalasHapus