Jumat, 21 September 2007

Benarkah ia telah datang?

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

"Baik pak, siang ini laporannya insyaAlloh sudah bisa saya buat", katanya sambil kemudian meletakkan telepon yang ada disamping meja kerjanya. Namun tidak lama berselang sebuah nada lagu berbunyi dari handphonenya. Sebuah percakapan tercipta saat itu.

"Hmm..., InsyaAlloh saya usahakan untuk bisa menghadirinya bu, mudah-mudahan saya bisa mengundur acara akhir minggu ini".

Matahari baru saja menampakkan kembali sinarnya pagi itu, setelah semalam ia terlelap. Jakarta-pun memang masih sepi.  Namun tidak buat dia, beberapa client sudah menghubunginya sejak shubuh tadi. Begitupun juga ketika beberapa saat yang lalu, ketika ia baru saja memasuki ruang kerjanya. Beberapa kali telepon di meja kerjanya langsung menyapa dia.

Sebuah notebook ber-merk vaio ia keluarkan, sesaat kemudian ia mendapati beberapa email masuk didalam inbox mail-nya. Satu-persatu ia balas.

Seorang wanita mengetuk pintu ruang kerjanya, lalu masuk dan menyampaikan beberapa dokumen untuk ia tanda tangani.

Ia melirik jam tangannya, jam 09.00. Ia kemudian menuju lift, beberapa kali ia masih harus menerima telpon saat itu ketika di dalam lift. Ia menuju lantai basement untuk mengeluarkan mobilnya, dan kemudian meluncur ke arah pusat kota.

Sibuk?

Entahlah....

Ramadhan memang baru menginjak di hari ke sembilan, namun baginya tak ada beda. Hari-hari berlalu begitu saja. Kini ... Tak ada lagi mushaf Al-quran yang tahun lalu masih menemaninya menghiasi hari-hari Ramadhan dengan lantunan ayat-ayat sucinya. Tak ada lagi sujud-sujud panjangnya tercipta ketika waktu sholat tiba. Tak ada lagi tarawih yang tahun lalu selalu mengajak ia untuk selalu berada di shaf paling depan berjamaah dengan yang lainnya. Tak ada lagi waktu-waktu ia sediakan untuk beritikaf di masjid. Tak ada lagi bacaan dzikir yang senantiasa terucap disela-sela helaan nafas dan detak jantungnya. Yang ada kini hanyalah puasanya yang telah merubah jadwal makannya, memindahkan waktu sarapan pagi 3 jam lebih awal dari biasanya dan menunda jadwal makan siang sampai nanti waktu maghrib tiba.

Segudang aktifitas telah menjadi sahabat setianya. Dari mulai bertemu client, meeting dengan direksi, rapat internal karyawan, mengecek pekerjaan di lapangan, survey ke beberapa tempat, dan lain sebagainya. Hingga kini ia tidak lagi merasakan bagaimana indahnya Ramadhan, dengan berjuta limpahan rahmat, maghfirah dan barokah-nya.

Hari-hari berlalu begitu cepat ...

"Apa yang terjadi?, bukankah ia yang engkau tunggu kini tlah datang?"

Ya, masih terngiang dalam ingatan kita sebuah do'a disaat tahun lalu berharap ingin bertemu kembali dengan Ramadhan. Merasakan berjuta bahagia dalam balutan kasih sayang Alloh SWT. Namun ketika kini Ramadhan benar-benar telah menghamipiri kita kembali, mengetuk dan berucap, "Selamat datang di jamuan Allah yang paling istimewa, Ramadhan yang dinanti kehadirannya olehmu". Kita hanya melirik sesaat dan kembali larut di arena kesibukkan kita.

Jangan sampai ketika nanti Ramadhan telah pergi, kita baru tersadar, dan bertanya, "Benarkah ia telah datang?". Dan semua terlambat, Ramadhan telah berlalu ...

Wallahu'alam bish-shawab

18 komentar:

  1. tfs Bang Dik2, makasih dah ngingetin..

    BalasHapus
  2. Moga dipertemukan lagi di ramadhan akan datang...

    BalasHapus
  3. Subhanallah...hari ke-9....semoga makin sibuk beribadah

    BalasHapus
  4. Wass. Wr. Wb.
    Terima kasih sudah diingatkan untuk memaknai Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.
    Nice quote Mas Dikdik.

    BalasHapus
  5. segarkan ingatan..............trims......

    BalasHapus
  6. makasih...satu peringatan yg baik sekli...

    BalasHapus
  7. hiks....mrinding bacanya...makasih yaa...:-)

    BalasHapus
  8. iya nih..akupun sama..entah kenapa blum berubah juga :(

    BalasHapus
  9. tfs bro... sdh diingatkan lagi....... benar . sdh hari yg ke-9.... masih begini aja.....:(

    BalasHapus
  10. Itz ME... :,(
    JazaakaLLOHUjaziilan...

    BalasHapus
  11. Betul sudah 9 hari berlalu......apa yang sudah didapat dalam Ramadhan ini....???
    Terimakasih sudah diingatkan....Jazakallah.

    BalasHapus
  12. semalam isyah dapet pm dari orang tak dikenal..
    "apakah ngenet dimalam hari adalah jadwal kegiatan dibulan ramadhan"
    meski terkesan rese..istigfar..
    isyah akhirnya tutup juga laptop mending cepet tidur trus bisa beribadah dengan sempurna ..subhanallah peringatanya...

    BalasHapus
  13. ya Allah sudah hari ke sembilan .... :((
    begitu cepat waktu berjalan...:'(

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah ramadhan kali ini begitu nikmat..smeoga semakin nikmat hingga ujung ajal datang../amin

    BalasHapus
  15. Hmmm... iya inget banget !! Astaghfirullah.. hari ini insyaAllah H10 Ramadhan.. Ibadah masih belum ada bedanya dibandingkan bulan2 lain.. sedekah masih minim.. tadarus 1/3 AlQur'an pun belum... :-( Semoga masih ada waktu untu menikmati jamuan Allah di bulan istimewa ini ..Aamiin...
    TFS yaa....

    BalasHapus
  16. Hmmm,,,, Terkadang saat kita berada jauh dari sesuatu yg kita inginkan, kita berlomba-lomba berhayal dan berdoa semoga dipertemukan dan mendapatkannya kembali. Tapi terkadang juga saat kita benar2 mendapatkannya, kita lupa dengan apa yg kita harapkan dulu. Lupa,tidak sadar dan luput dengan kesibukan aktivitas kita yg tiada habis2nya. Makasih untuk a'dik2 yg telah mengingatkan,semoga artilkle ini bukan hanya untuk dibaca dan dijadikan referensi saja bagi kita. Tapi harus menjadi pemicu semangat kita untuk mendapatkan setumpuk hikmah, segudang ampunan, segunung rahmat dan nikmat2 lainnya yg telah Allah SWT siapkan untuk orang2 yg sedang berikhtiar mencarinya. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga di bulan Ramadhan ini bertambah juga keimanan dan ketakwaan kita. Amien,,,,,,,,,,,,

    BalasHapus
  17. sekian lama ditunggu, dan kita dia telah datang, takingin rasanya aku dia tinggalkan.........namun apa daya, semua mesti berlalu, hanya saja izinkah aku menjumpainya lagi, bersamanya dan melakukan segala yang belum sempat aku lakukan dikebersamaan yang sekarang

    BalasHapus