Senin, 19 November 2007

Ketika Cinta Bertasbih 2

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Habiburrahman El Shirazy

Bermula dengan penuturan tentang keindahan suasana dini hari di Pesantren Darul Quran, Kang Abik berhasil mengajak pembacanya untuk seakan memasuki satu demi satu alur cerita di bagian kedua dari karya dwilogi Pembangun Jiwa-nya "Ketika cinta Bertasbih" ini.

Kehadiran seorang gadis jelita dengan kekhusyuan ibadahnya di sepertiga malam terakhir itu, telah memperkuat karakter ia, seorang mahasiswi terbaik di Al Azhar University, ialah Anna Althafunnisaa. Seorang putri dari Kiai Lutfi pemilik pondok pesantren Daarul Qur'an.

Kisah berlanjut dengan pemaparan suasana kegundahan hati seorang master lulusan terbaik pula dari Universitas tertua di dunia itu. Furqan. Tentunya kita masih ingat ia ketika disaat-saat kebahagiaan ia akan keberhasilannya meraih gelar master, ia juga harus rela menyandang predikat sebagai pengidap HIV di Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 1.

Kegundahan hati itu terus berlanjut walaupun sampai ketika Anna menerima pinangannya dari Furqan. Ia bagai berada di ujung sebuah tebing kebimbangan, antara meneruskan ke jenjang pernikahan atau membatalkan semuanya.

Sampai akhirnya, pil pahit harus ditelan oleh banyak dari para pria yang selama ini menaruh hati pada Anna Althafunnisaa. Tak terkecuali Khairul Azzam, seorang mahasiswa Al Azhar yang baru dapat menyelesaikan kuliahnya setelah hampir 9 tahun lamanya ia berada di negeri para nabi itu. Pada bagian kedua karya dwilogi ini diceritakan tentang kepulangan Azzam yang disambut bahagia oleh keluarganya. Banyak perubahan yang terjadi pada kehidupan keluarga Azzam jika dibandingkan dengan kehidupan 9 tahun yang lalu sebelum ia berangkat menunaikan cita-cita. Salah seorang adiknya yaitu Ayatul Husna kini telah menjadi seorang cerpenis remaja yang mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional Indonesia.

Keberadaan tokoh-tokoh sebelumnya di KCB 1, serta hadirnya tokoh-tokoh baru di KCB 2 semakin membuat karya ini terasa begitu wah. Bahkan menurut saya pribadi jika dibandingkan dengan KCB 1, KCB 2 ini jauh lebih bagus dalam segi penuturan kisahnya.

Ada beberapa cerita yang telah usai di KCB 1 dan tidak sedikitpun tertulis kembali di KCB 2, seperti halnya kisah kekecewaan Fadhil ketika seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya, yang ia pernah harapkan dapat menjadi belahan jiwanya ternyata menikah dengan sahabatnya sendiri.

Konflik tajam terjadi pada beberapa bagian dari novel ini, diantaranya pada shubuh hari ketika terjadi keributan di rumah Azzam, disana diceritakan tentang seorang paman yang akan menembak dan membunuh keponakannya sendiri. Kemudian klimaks cerita ini terjadi ketika terjadi kecelakaan dimana yang menjadi korbannya adalah Azzam dan Ibunya, mereka terpelanting jatuh dari atas sepeda motor karena tertabrak bus yang ugal-ugalan, sampai akhirnya Azzam harus rela berbaring di rumah sakit menderita patah tulang, sementara ibunya berpulang menghadap ke hadirat Alloh SWT.

Ada raut kesedihan disana, padahal saat musibah itu terjadi adalah hanya berselang 4 hari sebelum pesta pernikahan Azzam dengan seorang dokter dari Kudus.

Ada banyak kisah yang terjadi secara tiba-tiba diluar dugaan para pembaca. Namun secara keseluruhan, kesinambungan cerita dari satu tokoh yang ditampilkan dengan tokoh lain di bagian lainnya, masih tetap menjadi satu ciri khas dari karya-karya kang abik, yang mampu membuat decak kagum para pembacanya.

Selain dari kuatnya alur serta penokohan dalam KCB 2 ini, kang abik juga masih terlalu lihai menceritakan keseharian dalam kehidupan pesantren, tentunya ini mungkin karena sesuai dengan latar dari kehidupan kang abik itu sendiri. Kemudian, satu persatu keilmuan tentang fiqih, aqidah, dan lain sebagainya tetap menjadi suguhan utama yang beliau munculkan dalam bagian cerita ini, tanpa sedikitpun membuat para pembaca merasa digurui.

Bukan hanya kisah cinta, nilai-nilai semangat wirausaha atau jiwa entrepreneurship yang dimiliki Azzam, masih berlanjut di KCB 2. Bahkan nilai inovatif serta kerja kerasnya telah mengantarkan ia menjadi salah satu pengusaha muda dari kota Solo.

Jika dibandingkan dengan bagian sebelumnya, KCB 2 ini memang jauh lebih diperuntukkan bagi kalangan dewasa. Keromantisan sebuah pasangan suami istri dimunculkan melebihi apa yang pernah muncul di Ayat-ayat Cinta.

Namun alhamdulillah, akhirnya semua berlalu dan berakhir pada satu hal yang justru jauh tidak terbayangkan sebelumnya. Satu kisah cinta Khairul Azzam dengan Anna Althafunnisaa menutup akhir cerita ini dengan manis.

Semoga kisah ini kembali menjadi satu jalan kebangkitan ummat untuk kembali mengenal kemuliaan Islam. Aamiin yaa Robbal'alamiin ...

37 komentar:

  1. udah keluar ya yg ke2..asikk bakal nitip sama temen ahhh

    BalasHapus
  2. pic bukuna???? kok aneh yaaa...... ?????


    hihihihihiihi

    (^_^)


    cieee dah diganti niii picna.....

    BalasHapus
  3. thanks unt reviewnya, btw ... bagian akhirnya udah ketahuan nich ... ^_^

    BalasHapus
  4. hah ?? udah keluar yah ???
    Sore langsung ke toga mas aahah...

    Thx reviewnya yaa.. :)

    BalasHapus
  5. wah pengen beli...
    beli di IBF kemaren ya? brp harganya?

    BalasHapus
  6. Kemarin di IBF, Republika pasang disc. 20% jadi Rp. 42.000,-

    BalasHapus
  7. Aku kemarin juga ke IBF, tapi nggak sempet beli udah keburu capek & istri ngajakin pulang.

    BalasHapus
  8. waah dah keluar ya..?
    hmm bisa dapet diskon banyak nich ama temen..25% euy..:D ada yang mau nitip?? hehehehehe

    BalasHapus
  9. nitiip dunk..sekalian kirimin buat isyah...hiks....
    kapan bisa kumiliki buku itu..sampai disini pasti beberapa bulan lagi..

    dek yuuud nitip satu dunk atau siapapun please...(meloow bangets pasti pada nggak mau,isyah titipin..hiks..hiks..)

    BalasHapus
  10. yang bikin resensi bikin pembaca penasaran....:)
    termasuk saya...:))

    BalasHapus
  11. C Furqon gimana kelanjutannya tuh? eh Furqon kan namanya mahasiswa kaya yang nginep di hotel ketika mo ujian ?

    BalasHapus
  12. Hm... ceritanya bikin daku cemburu.. hehehe.. :-)

    BalasHapus
  13. bener mbak..yg sempet dijebak ama foto2 gak bener itu...
    duh..belum punya buku KCB 2 neh...

    BalasHapus
  14. Furqon tidak terbukti mengidap HIV apalagi AIDS, tapi semua terlambat, semua itu baru diketahui setelah Furqon cerai dengan Anna Althafunnisaa ...

    BalasHapus
  15. well, kesan saya selalu sama kalo baca novelnya Kang Abik... pengen nikah!!!! huehue....

    BalasHapus
  16. waaaahhhh .... nampaknya harus punya nih, dua2nya. dik, makasih untuk review novelnya.

    BalasHapus
  17. intinya...

    gado-gado kacang tanah
    kalo jodoh gak akan kemanah...

    BalasHapus
  18. Hmm....
    Cukup baguzz...tapi bagi ana, sepertinya Kang Abik terlalu fokus dengan Azzam & Anna, sehingga ada beberapa bagian yang terlewatkan bahkan nggak ada.
    Misla, ketika harus ada keputusan bagi adiknya Husna untuk menerima lamaran sang ikhwan berlalu begitu saja akibat fokus pada Vivi dan Azzam. Kesannya bahkan lebih dari seminggu.
    Pun begitu untukcerita kematian Ibunya yang tak sedikitpun menghadirkan si bungsu Sarah..(mungkin kurang begitu penting...:D)
    subjektif pribadi niyy...komentar orang yang juga baru blajar nulis...(Peace Ya)
    btw, secara kesuluruhan ni Novel mang PANTAS untuk dikategorikan sebagai NOVEL PEMBANGUN JIWA....
    banyak pelajaran yang bisa diambil disana...

    BalasHapus
  19. Enak dibaca sich & membangun jiwa bgt. tapi tokohnya banyak banget...kalo disinetronin ama multivisioan dll bisa jadi lebih berkembang lagi tuch jadi serebu episode

    BalasHapus
  20. penasaran nieh...jgn diceritain lebih detail ya...ntar g seru lagi

    BalasHapus
  21. assalamualaikum
    salam kenal yaaa.....

    BalasHapus
  22. asikk, ternyata kk punya juga,,, gimana ka stlah baca???

    BalasHapus
  23. saya blom selesai bacanya :)
    jadi penasaran pengen cepet selesai baca ;)

    BalasHapus
  24. mas, saya kebetulan juga sedang baca buku ini...tapi kebetulan beli yang episode 2. Emangnya ini bersambung dengan yg episode 1 ?
    Kalo memang ini sambungannya yang episode 1, tapi waktu saya liat di episode 2 kok gak me-review yg episode 1 ya ?
    tlg bales ke MP saya..makasih ^_^
    salam kenal y...^_^

    BalasHapus
  25. udah saya jawab mas di guestbook antum .. :)

    BalasHapus
  26. iya semoga muncul banyak novel yang mengangkat kisah islami yang indah.

    BalasHapus
  27. novel ini memang bagus, tapi menurut saya tidak jauh beda dengan novel kang abik yang judulnya ayat2 cint.

    BalasHapus
  28. KCB2 lebih banyak nyeritain Azzam mencari jodoh. Cerita Temen2nya yg di mesir dengan persoalan2 mereka di KCB2 ga byk diceritain lg. saya lebih suka KCB1, lebih banyak perjuangan azzam

    BalasHapus
  29. Novel ini beri pencerahan pd pemikiran saya tetap bertahan di NII atau keluar dalam aliran yang dianggap sesat oleh sebagian besar masyarakat.Saya mau bikin nOvel ttg perjalanan saya di NII KW9, gmnaya kang abik?.saat ini saya sibuk kerja dan menyelesaikan S2 saya di pernuruan tinggi negeri,sibukkan?????.buat teman2 /blogger mania kasih saran buat aku.baca kisahku di http://badersam77.wordpress.com

    BalasHapus
  30. one of my favourite novel.....^_^

    BalasHapus
  31. Novel ini mendukung saya yang sering nangis hehehe

    BalasHapus
  32. iya non furqon orang jd suaminya anna ,hanya saja nda bisa menjalan ibadah sebagai seorang suami ,,,,,,,,
    gmana menurut mu semuia adegan yg tersaji amat bakgus dan sayang klo di lewat kan
    aku dah koleksi kcb yg pertama ampe aku putar berulang ulang karna ada pesan yg tersimpan bagus buat kejiwaan kita semua ................
    semoga barokah tercurah kepada anda ya .....................
    amin ya robby .........

    BalasHapus