Jumat, 19 Desember 2008

The Kite Runner

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Khaled Hosseini

Luar Biasa!

Mungkin hanya dua kata itu yang patut saya tuliskan setelah membaca sebuah karya terjemahannya dari novel best seller di dunia karya Khaled Hosseini ini. Terang saja, The Kite Runner, sebuah karya yang telah mendapatkan anugerah dari UNHCR dalam Humanitarian Award 2006 ini memang layak mendapat predikat sebagai salah satu karya novel terbaik abad ini.

The Kite Runner, sebuah karya yang menggambarkan tentang keagungan bangsa Afghanistan dalam masa kejayaannya hingga beranjak kedalam masa-masa reformasi, penggantian bentuk pemerintahan dari monarki menuju presidential sampai kepada jatuhnya kekuasaan dibawah kekejian bangsa Thaliban, telah menjadi latar utama yang dijadikan pijakan rangkaian kisah dalam karya ini.

Ada banyak pelajaran mengenai cinta, persahabatan, kesedihan, kekuasaan, kasih sayang, pengkhianatan, dosa, persaudaraan, penderitaan dan lebih banyak lagi hadir disana.

Sebuah novel yang telah diterjemahkan kedalam 42 bahasa di seluruh dunia ini memang sekali lagi saya katakan layak diacungi dua jempol sekaligus.

Khaled Hosseini telah berhasil membawa pembacanya untuk menelusuri setiap sudut kota-kota dari mulai Kabul, Islamabad, hingga ke hampir seluruh sudut kota di Afgahnistan sana. Terlalu sulit untuk ditebak arah cerita dari novel ini. Hampir setiap perpindahan bab kita dibuatnya tercekat dengan hal-hal yang tidak bisa kita perkirakan sebelumnya.

Kisah diawali dengan penggambaran terbentangnya perbedaan kasta. Antara Phastun dan Hazara, yang ditenggarai juga hal ini disebabkan oleh perbedaan keyakinan mereka, antara kaum Suni dan Syiah. Namun justru yang menjadikan menarik adalah ternyata diantara perbedaan itu ada banyak rahasia yang terungkap dibalik semuanya.

Dua tokoh utama, Amir sebagai keturunan dari Phastun dan Hassan dari syiah, yang tumbuh bersama dalam satu kondisi antara majikan dan pelayan namun justru di akhir cerita menjadi sungguh berbeda. Ada kebohongan, ada rahasia, dan ada pengkhianatan yang justru akan membuka semuanya dikemudian hari.

Perpisahan telah memulai segalanya, hingga tak lagi mengembalikan semuanya pada kondisi semula.

Perpisahan yang hanya membuahkan tentang kenangan-kenangan indah, penyesalan, kerapuhan dan rasa bersalah hingga berusaha kembali dalam satu cara penebusan dosapun terasa teramat sulit untuk dilakukan. Semua berawal seperti layang-layang yang terbang, tinggi, dan terputus menghamburkan mimpi dan harapan mereka hingga jauh dan akhirnya kembali dalam satu dekapan ketika layang-layang itu berhasil diraih kembali meski hanya untuk membayar sebual hal yang cukup mahal. Membayar dosa dan penyesalan itu sendiri.

The Kite Runner, sebuah karya yang telah dicetak ulang hingga lebih dari 8 juta copy ini mampu memikat para pembacanya hingga terlalu sulit untuk dilepaskan dari tangan ketika kita sudah membuka halaman demi halamannya. Hingga sebagai sebuah penghargaan, karya inipun telah di-visualisasi-kan menjadi sebuah karya emas di layar lebar yang diharapkan akan mampu membawa kita untuk menyadari bahwa dibelahan dunia sana, saudara-saudara muslim kita di Afghanistan hingga kini masih merasakan duka.

18 komentar:

  1. keren emang...

    even filmnya pun bikin mata basah.

    BalasHapus
  2. bagus bgt ya kayanya. belom baca :D
    pinjem atuh dik hehehe

    BalasHapus
  3. menyayat hati.. penuh pesan humanisme universal.
    well done..

    jangan lupa juga nonton filmnya

    BalasHapus
  4. thanks berkongsi info...
    menarik bunyinya.. :-)

    BalasHapus
  5. semoga afghan lebih damai di masa mendatang :D

    BalasHapus
  6. saya punya buku keduanya..a thousand splendid suns...tapi blum sempet baca, masih nangkring di lemari
    klo yg pertmanya juga blum baca...
    maksih atas reviewnya...

    BalasHapus
  7. bikin banjirrr air mata... T_T

    filmnya juga, walau efeknya kurang dibanding ama novelnya

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah
    Saya sudah nonton film-nya... ^_^

    sayang sepertinya memang banyak hal yang tidak dapat diwakili dalam bentuk visual sehingga keutuhan cerita, detail dan konfliknya kurang terasa. Walau tetap bisa meng"haru-biru" hati...

    BalasHapus
  9. emang kerennnnn.hiks..sayang aku enggak bikin resensinya...filmnya belum di tonton...

    BalasHapus
  10. Novelnya males baca :d
    Tapi fìlmnya kerenn..realistis..
    Yg bqn pertanyaan,emang bangsa taliban sekeji itukah?apa karena udah t'kontanimasi pemikiran luar? :-o

    BalasHapus
  11. Habis ini berburu dulu. Soalnya belum baca..

    BalasHapus
  12. kk tambah rajin baca ya..
    :-)
    ~deaisyah^_^

    BalasHapus
  13. alhamdulillah,,,
    buku ini hadiah dari seseorang pas milad Na,,
    bagus,,, memang bagus banget,,,,

    BalasHapus
  14. betul itu dia yang jadi blocking buat saya secara pribadi...

    apakah separah itu rezim taliban saat menjadi penguasa di Afganistan?
    tidakkah ada unsur propaganda terselubung dan distorsi informasi terkait iklim politik yang terjadi di sana?

    wallahu'alam.

    mungkin ada yang bisa share...?

    BalasHapus
  15. Cuman 4 bintang?
    Aku malah ngasih 5

    Jadi ingat sempat benci banget ma amir kecil
    Sampai sakit hati gitu..hehe..

    For you,a thousand times over

    BalasHapus
  16. Semuanya dengan persepsi masing-masing. Tp gak segitunya deh taliban itu...hiks...

    BalasHapus
  17. taliban hanya keras pada mrk yg memusuhi agama 4W aj,, I belive that

    BalasHapus