Senin, 09 Februari 2009

Tak Ada Alasan Untuk Tidak Berhijrah ke Produk Syariah

Rating:★★★★
Category:Other

Ini memang hanyalah sebuah catatan perjalanan, catatan perjalanan akan sebuah pengalaman sederhana namun ternyata telah mengubah cara pandang saya mengenai satu hal ini. Satu hal yang sebelumnya sama sekali saya akui mungkin hanya saya pandang sebelah mata. Meski berkali-kali hal ini telah dibahas panjang dalam bangku-bangku kuliah, ataupun diskusi-diskusi panjang bersama rekan-rekan yang saya anggap terlalu "fanatik" akan satu produk yang ironisnya seringkali dijadikan sebagai satu bahan yang katanya akan dapat memecah belah keanekaragaman bangsa.

Syariah?
Ya, syariah, sebuah kata yang ketika pertama kali sayapun mendengarnya, saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebuah sistem yang terlalu identik dengan kefanatikan akan sistem ekonomi Islam yang memang pantas untuk dikhawatirkan akan merusak kebhinekaan bangsa ini. Namun ternyata, semua persepsi saya akan hal ini dalam sekejap saja mampu terbantahkan ketika saya manghadiri sebuah acara kurang lebih tiga bulan yang silam.

Sebuah Festival Ekonomi Syariah yang diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh Bank Indonesia dalam rangka memasarkan produk-produk berlabel Islamic Banking (iB). Terus terang bagi saya segala hal yang berkaitan dengan ilmu ekonomi sangat menjemukan, setidaknya hal ini saya rasakan sebelum datang ke acara ini tempo hari. Namun ternyata saya salah, ada banyak hal yang menarik dari ilmu ekonomi, apalagi ketika kita sudah mencoba untuk masuk kedalam sistem perekonomian syariah yang memang diakui masih dinilai sebagai sebuah hal yang baru berkembang di negeri kita ini.

Kesan pertama ketika memasuki area pameran ini sungguh beda dengan pameran-pameran lainnya yang biasanya saya sambangi di kawasan Jakarta Convention Center. Dua buah stand utama dari Bank-bank yang tampil pertama kali mengembangkan sistem perbankan ini menjadi lembar kesejukan awal bagi setiap pengunjung, karena stand-stand itu berada tepat didepan pintu gerbang masuk kawasan pameran.

Mendapati orang-orang yang santun disana, berparas lembut, bertutur sopan, bersikap ramah, berpenampilan tetap menarik meski mereka dibalut jilbab (bahkan mungkin menurut sebaian orang justru ini yang menjadikan lebih menarik). Dan tentu kesemuanya tak ada yang dibuat-buat.

Hari sabtu itu menjadi petualangan pertama saya dengan beberapa rekan lainnya. Saat itu kami menelusuri satu persatu stand yang ada disana. Di awal-awal penelusuran kami menemukan banyak hal yang mematahkan persepsi mengenai pandangan kami selama ini. Ternyata banyak sekali produk syariah yang ada di negeri kita saat ini.

Ada banyak tabungan berbasis syariah disana, sebutlah Muamalat dengan Shar-E-nya, BNI dengan BNI Syariah-nya, Mandiri dengan Tabungan BSM-nya, Bukopin dengan Tabungan Siaga Syariah-nya, BII, Danamon serta bank-bank lain yang ternyata kini malah semakin menambah panjang daftar Bank yang membuka produk iB (Islamic Banking) ini. Akhirnya saya tergiur untuk membuka kembali satu rekening di salah satu bank, menyusul kepuasan saya akan produk ini, yang memang dalam beberapa bulan terakhir telah saya rasakan sendiri kemudahannya.

Persyaratan yang mudah, tidak ribet, kemudian saldo awal yang murah, saldo minimal yang sangat minim (hingga Rp. 0), serta biaya administrasi tiap bulan yang bikin tergiur (hanya berkisar Rp. 0 - Rp. 3500, tergantung bank) semestinya menjadikan kita terbuka untuk menerima kehadiran ekonomi syariah dalam kehidupan kita. Ini potret awal dari salah satu produk berbasis syariah.

Selain tabungan, ternyata sayapun dibuatnya kaget ketika mengetahui telah ada pula produk kartu kredit berbasis syariah. Sebuah gaya baru masyarakat modern yang memang sebelumnya seringkali menjadi topik utama dalam pembahasan-pembahasan akan halal haramnya produk ini untuk digunakan oleh masyarakat luas. Saat itu saya baru menemukan dua bank dengan produk ini, diantaranya yaitu BNI Syariah dengan Dirham Card-nya serta yang terbaru yaitu Hasanah Card dari Mandiri Syariah. Ini mungkin bisa dijadikan referensi bagi rekan-rekan yang tertarik untuk membuka kartu kredit.

Kemudian pencarian kami berlanjut menuju produk KPR Syariah. Ternyata yang ini tak kalah banyak juga ditawarkan oleh perbankan kita. Subhnanalloh, ternyata produk inipun telah banyak menjadi jalan bagi ummat untuk bisa memberikan kenyamanan bukan hanya pada diri mereka namun pula pada keluarga.

Selanjutnya ternyata produk Asuransi-pun tak kalah mengambil lahan dalam sistem berbasis syariah ini, dari mulai Takaful hinggal Allianz, Garda Oto ataupun Prudential kini juga mengeluarkan produknya yang berbasis syariah. It's Great! ... Sekali lagi saya sendiri harus melongo untuk hal yang ini.

Di sektor pendidikan sekurangnya kami menemukan 4 stand yang menawarkan produk Magister tentang ekonomi Syariah, ada Unpad, Paramadina, Trisakti, dan STIE SEBI. Yang ternyata kali itupun tidak sedikit orang yang menyambanginya untuk jauh mengenal lebih dekat program pendidikan tersebut.

Lalu untuk pasar modal, kami juga sempat menunjungi satu stand Badan Penanaman Modal milik pemerintah, yang ternyata juga telah banyak mencatut nama-nama besar perusahaan-perusahaan yang bergabung sebagai perusahaan peserta yang bisa kita lakukan investasi disana, lagi-lagi ini berbasis syariah juga.

Selain itu ada juga Dinas Koperasi dan UKM yang menawarkan produk pinjaman berbasis syariah bagi Kopontren, Pegadaian berbasis syariah, Subsidi Pemilikan Rumah bagi masyarakat, ada produk Nomor Pokok Wajib Zakat dari Baznas, produk wakaf uang dari Badan Wakap Nasional dan lain sebagainya.

Satu kata yang saya katakan saat itu, Hebat!.

Padahal pertumbuhan syariah sebelumnya hanya dilirik sebelah mata, bahkan dulu untuk memiliki satu badan yang menggunakan sistem ekonomi syariah saja hanya sebuah angan-angan semata. Namun ternyata sekarang dunia telah mulai berubah.

Hingga kini setelah beberapa waktu berselang ternyata pemikiran saya akan perkembangan produk-produk berbasis syariah ini dikemudian hari tidaklah meleset. Perkembangan produk-prduk berbasis syariah telah melaaju sedemikian cepat. Bahkan beberapa waktu yang lalupun ketika krisis ekonomi global hinggap di hampir berbagai negara di berbagai belahan dunia, banyak orang yang menilai bahwa satu-satunya sistem ekonomi yang tidak terpengaruh oleh krisis tersebut adalah sistem ekonomi yang berbasis syariah ini.

Kalaulah ternyata sebanyak ini produk syariah di Indonesia, kenapa kita masih terlalu munafik untuk menampik kehadirannya? Setidaknya jika rekan-rekan ikut bergabung dengan memiliki satu account saja di salah satu bank yang berbasis syariah, insyaAlloh itu telah menjadi bukti bagi anda untuk ikut serta dalam membangun perekonomian syariah di Indonesia.

Tak ada alasan untuk tidak berhijrah ke produk Syariah.
Tak ada alasan untuk tidak berpindah ke jalur halal.

Selamat bergabung bersama di komunitas Ekonomi berbasis Syariah.



17 komentar:

  1. Aku pas pembukaan nya datang ke situ..ketemu pak SBY, Andi Malarangeng..dan tentu saja Paspanpres hehe...

    BalasHapus
  2. numpang promosi produk syariah kang.
    Bila membutuhkan asuransi syariah (PANIN LIFE SYARIAH) bisa kontak abusyamil

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, sudah hijrah ke SharE meskipun sering dikecewakan saat cek saldo via 62265.
    Pulsa kepotong, tapi SMS Banking tak muncul2.
    Tapi tetap kritis kok buat SharE dan akan tetap pake SharE:-) Insya ALLOH.

    BalasHapus
  4. udah ada internet bankingnya juga nggak? maklum untuk yg nggak tinggal di tanah air, internet banking jadi pertimbangan utama untuk buka rekening.

    BalasHapus
  5. untuk syariah mandiri sudah ada internet banking-nya
    saya sudah pake

    BalasHapus
  6. wah makasih infonya pak Dudi,
    kebetulan di SharE belum ada, mudah2an kedepannya ada.
    Atau mesti buka juga di BSM gitu ya? hm ...

    BalasHapus
  7. BSM juga enak, bagi hasilnya lebih gede dari Shar-e (aku punya dua duanya) ada tabungan rencana juga yg dapet bonus asuransi takaful atau panin life syariah (tergantung jenis tab) juga bisa invest di sukuk ritel (SUN syariah-penawaran s.d. 20 jan)

    Shar-e enaknya bisa dipakai di Debit BCA, jadi nggak perlu bawa2 uang tunai dlm jumlah besar. Aku beli laptop dulu juga pake shar-e.

    BalasHapus
  8. klo mo KPR...di KPR BTN Syariah aja mas....paling murah marginnye....dijamin deh....

    BalasHapus
  9. kayaknya sebagian udah ada yang pakai ...

    BalasHapus
  10. :), semoga dikemudian akan lebih menarik

    BalasHapus