Rabu, 25 Februari 2009

Trailer Film Ketika Cinta Bertasbih (v.0.1)





SINOPSIS :

Abdullah Khairul Azzam – 28 tahun- pemuda tampan dan cerdas dari sebuah desa di Jawa Tengah. Dari kecil, Azzam sudah terlihat sebagai anak yang sangat baik budi pekertinya. Atas usahanya yang gigih dia berhasil memperoleh bea siswa untuk belajar di Al Azhar Mesir selepas menamatkan Aliyah di desanya.

Baru setahun di Kairo dan menjadi mahasiswa berprestasi peraih predikat Jayyid Jiddan (Lulus dengan Sempurna), ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak tertua Azzam mau tidak mau harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dikarenakan adiknya masih kecil-kecil. Sementara itu, dia sendiri harus menyelesaikan studinya di Negara orang. Akhirnya dia mulai membagi waktu untuk belajar dan mencari nafkah. Ia mulai membuat tempe dan bakso yang ia pasarkan di lingkungan KBRI dia Kairo. Berkat keahlian dan keuletannya dalam memasak, Azzam menjadi populer dan dekat dengan kalangan staf KBRI di Cairo. Tapi hal itu berimbas pada kuliah Azzam, sudah 9 tahun berlalu, ia belum juga menyelesaikan kuliahnya.

Seringnya Azzam mendapatkan job di KBRI Cairo mempertemukan ia dengan Puteri Duta Besar, Eliana Pramesthi Alam. Eliana adalah lulusan EHESS Perancis yang melanjutkan S-2 nya di American University in Cairo. Selain cerdas, Eliana juga terkenal di kalangan mahasiswa karena kecantikannya. Ia bahkan pernah diminta main di salah satu film produksi Hollywood, juga untuk Film layar lebar dan Sinetron di Jakarta. Segudang prestasi dan juga kecantikan Eliana membuat Azzam menaruh hati pada Eliana. Tetapi Azzam urung menjalin hubungan lebih dekat dengan Eliana, karena selain sifat dan kehidupannya yang sedikit bertolak belakang dengan Azzam, juga karena nasihat dari Pak Ali, supir KBRI yang sangat dekat dengan keluarga Eliana.

Apa yang dikatakan Pak Ali cukup terngiang-ngiang di benaknya, bahwa ada seorang gadis yang lebih cocok untuk Azzam. Azzam disarankan untuk buru-buru mengkhitbah (melamar) seorang mahasiswa cantik yang tak kalah cerdasnya dengan Eliana. Dia bernama Anna Althafunnisa, S-1 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S-2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar – Cairo, yang juga menguasai bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. menurut Pak Ali, kelebihan Anna dari Eliana adalah bahwa Anna memakai jilbab dan sholehah, bapaknya seorang Kiai Pesantren bernama Kiai Luthfi Hakim.

Ada keinginan Khaerul Azzam untuk menghkhitbah Anna walaupun ia belum pernah bertemu atau melihat Anna. Karena tidak punya biaya untuk pulang ke Indonesia, Pak Ali menyarankan supaya melamar lewat pamannya yang ada di Cairo, yaitu Ustadz Mujab, dimana Azzam sudah sangat mengenal ustadz itu. Dengan niat penuh dia pun datang ke ustadz Mujab untuk mengkhitbah Anna Althafunnisa. Tapi ternyata lamaran itu ditolak atas dasar status. Karena S-1 Azzam yang tidak juga selesai, dan lebih dikenal karena jualan tempe dan baso. Selain itu, Anna telah dikhitbah lebih dulu oleh seorang pria yang alih-alih adalah Furqon, sahabat Azzam yang juga mahasiswa dari keluarga kaya yang juga cerdas dimana dalam waktu dekat akan menyelesaikan S-2 nya. Azzam bisa menerima alasan itu, meskipun hatinya cukup perih.

Tetapi kemudian Furqon mendapat musibah yang sangat menghancurkan harapan-harapan hidupnya. Hal tersebut membuatnya menghadapi dilemma antara ia harus tetap menikahi Anna yang telah dikhitbahnya, tetapi itu juga sekaligus akan dapat menghancurkan hidup Anna.

Sementara itu Ayyatul Husna, adik Azzam yang sering mengirim berita dari kampung, membawa kabar yang cukup meringankan hati Azzam. Agar Azzam tidak perlu lagi mengirim uang ke kampung dan lebih berkonsentrasi menyelesaikan kuliahnya. Karena selain Husna telah lulus kuliah di UNS, ia juga sudah bekerja sebagai Psikolog. Keahlian Husna dalam menulis sudah membuahkan hasil. Penghasilan Husna cukup dapat membiayai kebutuhan adiknya yang mengambil program D-3, serta adik bontotnya yang bernama Sarah yang masih mondok di Pesantren.

Azzam yang sudah sangat rindu dengan keluarganya memutuskan untuk serius dalam belajar, hingga akhirnya berhasil lulus. Azzam pun menepati janjinya ke keluarganya untuk kembali ke kampong dan segera mencari jodoh di sana, memenuhi amanat ibunya. Walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan untuk tetap mendapatkan hati Anna.

Apakah mungkin Azzam akan berjodoh dengan Anna? Ataukah Eliana yang sebenarnya juga masih penasaran dengan Azzam? Ataukah Azzam berhasil menemukan tambatan hatinya di Indonesia?..

48 komentar:

  1. Tapi agak kecewa dikit lihat pemeran Anna yang nggak secantik di novelnya, malah cakepan Eliana.

    BalasHapus
  2. wah, kayaknya di film ini saya bisa lihat Mesir beneran ...:)

    BalasHapus
  3. syuting kali ini beneran di Mesir, ga seperti ayat2 cinta hehehe

    BalasHapus
  4. :) ,, moga memberikan berita gembira

    BalasHapus
  5. ya iya laaah...mesti ae ayuan Eliana, lha wong artis tenanan kok, indo pisan:) mestinya ono pertimbangan liyo kenapa kok sing dipilih dadi Ana ga seayu koyok nang novele. Iya tho?

    BalasHapus
  6. hmm,, ko ini yang dijadiin tolak ukur ??

    BalasHapus
  7. Trailernya hanay 37 detik ya:-)
    Penasaran ingin mengamati.

    BalasHapus
  8. sepertinya itu belum trailer final akh

    BalasHapus
  9. biar pada ikut kampanye dulu mas.. hehe

    BalasHapus
  10. pengeeennn nonton, gak sabar euy

    BalasHapus
  11. Naaaaaaaah ya, sibuk2 tetep sempet posting beginian, kekekek :-D

    BalasHapus
  12. Wah, bedak si eliana tebal bener :-(

    Katanya, kamera shooting yg dipake udah tua2 yak, terus tekniknya juga udah 'kuno'? Maksudnya udah ketinggalan zaman, kekekek *lirik2 Hadi* Ini kata informan yg baru datang dari Mesir lo ya :-D

    BalasHapus
  13. koneksi internetnya kali mbak, coba dibiarin dulu sampe full baru di play lagi ..

    BalasHapus
  14. bukan cameranya dan tehniknya mba...cameranya standar international. pake ARRI.

    BalasHapus
  15. Udah, tetep putus2 :-p

    *ini dua2nya ngaku sibuk, tapi ngempie sempet* hahahaha :-D

    BalasHapus
  16. Sejak kapan Hadi pake Mba ke aku siy :-(

    Terus kenapa Ding? :-p

    BalasHapus
  17. kerja para crew mesirnya cepat banget. sesuai porsi makannya kali yah. hahahhaa.

    BalasHapus
  18. hahahha... liat aja nnati kak di filmnya. ada wajah2 yg dikenal apa enggak. eitt bulan juni yah..? jangan nonton dulu kak sebelum hadi pulang. biar nonton bareng.. okehhh

    BalasHapus
  19. Kita kenapa jadi menggosip di sini siy Dek, hahahaha...

    *Kang Dikdik, numpang yak* ambil tiker sekalian boleh ya :-p

    BalasHapus
  20. hehehe,
    tenang aja mbak ...
    administrator selalu mengawasi kok, kalo ada postingan comment yang gak jelas, hehehe :D

    BalasHapus
  21. Ya ampyunnnnnn, berasa milis, hehehehe...

    BalasHapus
  22. kang dikdik, makasih ya udah diup load ^_^

    BalasHapus
  23. Kok jadi milis mahasiswa/alumni mesir ya? he he he piss...

    BalasHapus
  24. tuh di atas ada kang,
    katanya insyaAlloh 11 juni tahun ini :)

    BalasHapus
  25. yup, pasti sangat ditunggu kehadirannya

    BalasHapus
  26. Yang ini udah pernah nonton....
    ada yang agak panjangan nggak trailer-nya?

    BalasHapus
  27. mm gimana ya filmnya???
    ada yang meng-upload nggak ya??

    BalasHapus