Jumat, 12 Juni 2009

5 cm

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Romance
Author:Donny Dhirgantotoro

Ini memang bukan buku baru, cetakannya pun dari mulai terbit pertama kali hingga kali ini tidak kurang sudah cetak ulang yang ke tiga belas. Menemukan buku ini seakan tak beda dengan menemukan lagi satu sisi perjalanan hidup manusia yang nyata. Menyadari akan adanya satu potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh seorang mahluk yang paling sempurna itu, meski mungkin tak pernah sedikitpun terpikir olehnya akan mampu dicapai dalam bayang dia jauh di kesempatan sebelumnya.

5 cm, cukup unik memang. Hanya 3 huruf namun justru karakter buku ini yang sungguh kuat dari pertama kali saya melihatnya. Kekuatan penulis dalam merangkai alur-alur cerita, dipadu dengan tampilan awal sampul buku ini yang begitu elegant, sampul hitam dengan 3 huruf tadi serta berlatar belakang segala hal yang akan dilalui serta menemani oleh siapapun itu dalam hidupnya di dunia yang fana ini.

Berkisah tentang mimpi dan persahabatan memang lagi-lagi telah menjadikan buku seperti ini luar biasa untuk dinikmati oleh para pembacanya. Bermula dengan penuturan tentang segala hal yang dikemas begitu runtut, tentang kehidupan lima orang sahabat yang begitu unik serta menarik untuk diikuti. Membaca buku ini meskipun tidak menggunakan sudut pandang orang pertama yang menjadikan para pembaca layaknya bagai merasakan seperti menjadi tokoh utama dalam buku ini, namun tetap, para pembaca seakan diajak untuk langsung menjadi saksi perjalanan hidup mereka. Ada banyak tentang hal-hal cerdas yang selalu saja muncul kapanpun dan dimanapun yang selalu hadir disela-sela percakapan mereka.

Selain itu, kayanya buku ini akan kutipan-kutipan indah yang berasal dari manapun baik itu lagu ataupun film, tentunya lebih dari hanya sekedar menjadikan nilai tambah buku ini. Kekuatan penulis dalam memahami tentang segala hal mengenai dua dunia tersebut (film dan lagu, red), memang begitu tepat tersaji melalui penggambaran masing-masing tokoh didalam buku ini, yang juga pada dasarnya memang mereka memiliki kesamaan karakter dalam hal ini.

Perjalanan hidup lima sahabat ini yang begitu apik tergambar begitu nyata. Karakter masing-masing tokoh yang begitu kuat dan beda juga menjadikan buku ini begitu kaya akan peran yang ada. Mereka menjalani persahabatan memang bukanlah hanya dalam kadar waktu yang sebentar saja. Begitu lama. Hingga akhirnya persahabatan itupun meski begitu indah namun tetap pada satu masa akan mengantarkan mereka pada satu babak kehidupan yang menjenuhkan. Bertemu dengan orang-orang yang sama dalam berbagai kesempatan yang sama pula, mungkin itulah yang menjadi penyebabnya.

Mereka kemudian sepakat untuk mengambil sikap menghentikan sementara pertemuan-pertemuan mereka dalam masa tiga bulan lamanya, tanpa kabar, tanpa berita. Tiga bulan tentunya ini bagai masa yang begitu lama untuk dilalui oleh mereka. Masa yang seakan bagai sebuah garis panjang yang tak pernah berujung, begitu sulit untuk dilalui. Namun ternyata akhirnya mereka bisa melewati semuanya. Dalam tiga bulan itu, ada banyak hal yang dilalui oleh masing-masing mereka. Banyak hal yang menyadarkan pada diri mereka bahwa ternyata ada juga beberapa impian yang bisa mereka raih sendiri tanpa mesti ketergantungan atas keberadaan sahabat-sahabat lainnya.

Hingga akhirnya, 14 Agustus menjadi pertemuan mereka kembali setelah jeda 3 bulan itu. Dengan berbagai cerita baru dan kerinduan yang memuncak.

Pertemuan mereka dirayakan dengan menjadi salah satu bagian dari mereka para petualang. Menjadi bagian di dunia baru, dunianya para pendaki. Yang sebelumnya tak pernah terpikir oleh sebagian diantara mereka. Mahameru! Menjadi pilihan. Sebuah tanah tertinggi di pulau Jawa itu.

Dari sini perjalanan itu dimulai. Kita, para pembaca bagai terbawa menjadi bagian dalam kisah mereka. Merasakan bagaimana suasana stasiun kereta Senen, menyaksikan bagaimana kereta "MATARMAJA" dengan setianya merangkak dari keramaian kota hingga menuju ke heningnya desa. Melihat bagaimana penduduk negeri ini harus bertahan dalam bengisnya kehidupan, mencium bagaimana indahnya ibu pertiwi ini yang terlalu sedikit kita syukuri, hingga kitapun diajak untuk merasakan pula satu hal yang luar biasa tentang ia Mahameru.

Merasakan indahnya angin sore di Tumpang, dinginnya udara di Ranu Pane, indahnya Ranu Kumbolo, mistisnya Arco Podo hingga tentu luar biasanya Mahameru!

Luar biasa, semuanya begitu sempurna tergambar dalam buku ini. Menjadikan siapapun diantara kita yang membacanya seakan tergerak untuk bisa menjadi bagian dari mereka. Mereka yang memahami semuanya lewat alam. Mereka yang memahami semua kehidupannya lewat kuasa Illahi. Mereka yang memasrahkan jiwa raganya untuk kapanpun kembali tanpa mereka tahu, tanpa mereka mampu untuk menolaknya. Mereka para petualang itu. Mereka para pendaki puncak Mahameru.

Ada banyak hal yang ditampilkan secara samar namun jelas banyak mengajarkan kita akan makna hidup ini tertulis dalam buku ini. Sehingga memang ini yang biasanya disukai oleh para pembaca, disadarkan tanpa merasa digurui. Satu nilai yang teramat penting untuk kita yakini dari buku ini, ternyata semua yang sebelumnya tak pernah terpikir untuk bisa diraih, dengan cara kita meletakkannya hal tersebut bergantung 5 cm didepan dahi kita, didepan pikir kita, akan menjadikan semuanya untuk mungkin dan tentunya bisa diraih. Semoga buku ini bia menjadi sebuah inspirasi baru bagi siapapun itu.

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja ,hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa”.

15 komentar:

  1. pengen ke mahameru lagiiiiiiiii ....... hehehehe.... moga2 thn ini bisa muncak di sana yak, doain :)

    BalasHapus
  2. hehehehe, ayo, ikut, ntar tak kabari yak

    BalasHapus
  3. Mbak wiwiek & Kang Dik2, kenapa sih kita gak bikin pendakian bareng aja? Kita ajak juga teman2 yg lain... how? serius niiiiih.... masa mba wiwik tega ngebiarin kita nggak punya pengalaman ke mahameru? huhuhuu

    BalasHapus
  4. setuju kalo novelnya bagus...nuansa backpakernya aku suka..:)
    dan persahabatannya tentunya..

    BalasHapus
  5. Buku yang keren sekaligus inspiratif...

    BalasHapus
  6. iya aq juga suka banget buku ini
    bikin aq pingin ke mahameru
    mbok ada tim pengorganisir pendakian MPers...hehehe *ngarep
    biar bisa muncak bareng skaligus kopdar...wuiiihhh seru tuhh

    BalasHapus
  7. enak berangkat dari jogja ya ... :)

    BalasHapus
  8. ya gpp ngumpul di yogya
    ntar bareng ke jatimnya ^^

    BalasHapus
  9. setujuuu

    ayo mba,, sekalian ngerasain naek angkot dan supirnya yang aneh seperti dalam 5 cm, perjanalan menuju mahamerunya mantab abis.. kira2 pak supir itu ada ga ya :)

    BalasHapus