Senin, 15 Juni 2009

Dari Layar-layar yang Berserakan

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Andhika Ramdhan
Aku tiba-tiba berada dalam sebuah ruang gelap. Tak ada cahaya. Bahkan kedua bola mata inipun tak mampu menangkap meski sekedar bayang tubuhku. Menggigil dalam dingin, pikirku kini berkecamauk dalam tanya, bagai badai yang berggulung persis cerita dari mereka para petualang samudera.

Tak lagi terhitung kini seberapa banyak tetes keringat yang ada. Antara takut dan kecemasan kini hampir mengisi penuh relung jiwaku.

Ketika akhirnya layar itu menyala, aku tersadar. Barisan bangku-bangku kosong beludru berwarna biru itu kini mengias disisi kiri dan kanan tubuhku. Cahaya yang redup kembali meliputiku, ketika perlahan sebuah nyanyian sendu mengalir masuk kedalam rongga telingaku.

Aku terpaku …

Aku bagai terhempas kedalam cerita. Ketika kini layar-layar itu membuka satu persatu gambar darinya. Layar demi layar yang pernah aku jalani dalam sedemikian singkat hidupku, juga hidup kita tentunya kawan.

Semua bagai memutar ulang segalanya, ketika tiba-tiba ia layar itu menampilkan dua orang tua renta yang berjalan tergopoh dihadapanku, ketika layar itu menampilkan sebuah taman hijau berbunga yang kemudian dalam sekejap berubah menjadi padang tandus nan gersang, ketika layar itu menampilkan senyum-senyum, tawa dan ceria dari orang-orang yang pernah menghiasi cerita hidupku, ketika layar itu menampilkan sosok-sosok kesombongan dari jiwa yang terlalu rapuh untuk dihampiri, bahkan ketika layar itu menampilkan satu persatu dosa yang telah sekian lama menghantui jejak langkah kita menuju hari ini.

Aku tertunduk kaku.

Kini semua telah mengantarku pada semua cerita itu.


Alhamdulillah, meski bukan diterbitkan oleh penerbit betulan, dan edisinyapun masih sangat amat terbatas, akhirnya satu cita-cita untuk memiliki sebuah buku yang isinya kesemuanya adalah tulisan-tulisan saya bisa juga terwujud di usia ke 25 ini. Mohon do'a semoga yang terbaik di kemudian hari untuk karya-karya ini. Aamiin yaa robbal'alamiin ...

23 komentar:

  1. Kang pesan satu ya, weh sukses euyyy

    BalasHapus
  2. Wah, selamat ya,dik... :-)
    Bisa didapetin di mana nih bukunya?

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah...

    Ini novel atau apa Akhy Dik? Tebel banget kayaknya.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah,ngiring bingah :)

    BalasHapus
  5. kang Didiiiiiiiiiiiiiiiiik
    akhirnya yaaaaa!!
    yudi nggak dapat ya??:(

    BalasHapus
  6. Selamat ya... semoga berkah.
    Selama ini cuma mengagumi tulisannya di blog, sekarang bisa dibaca dengan lebih mudah...

    BalasHapus
  7. aduh kang, masih percobaan plus blom dipasarkan ...
    alhamdulillah ini juga kemarin bikin barengan punya hadi juga, jadi cuma sedikit :)
    do'ain aja mudah2an bisa lebih banyak nanti ...

    BalasHapus
  8. makasih mbak, do'anya
    bisa didapatkan di kost-an :D

    BalasHapus
  9. alhamdulillah,
    ini cuma kumpulan-kumpulan tulisan mbak, niatnya emang biar gak berserakan seperti sekarang :)

    BalasHapus
  10. alhamdulillah, jazakillah khair ... :)

    BalasHapus
  11. baru sedikit akh
    insyaAlloh nanti kalo banyak bikinnya :)

    BalasHapus
  12. janji lho ya?
    dulu kan antum sempet janji tuh..:D

    BalasHapus
  13. iya insyaAlloh :)
    Do'ain atuh biar penerbit yang nerbitinnya :D

    BalasHapus
  14. gmn cara nerbitin buku indie gitu, kang? *pingin juga* :)

    BalasHapus