Selasa, 18 Agustus 2009

Jejak Langkah di Papandayan




“Ngapain lama-lama tinggal di Jakarta. Mendingan naik gunung. Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas enak-enak. Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau tidak. Juga dengan olahraga mendaki gunung, kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman. Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat. Makanya yuk kita naik gunung. Ayo ke Semeru, sekali-kali menjadi orang tertinggi di Pulau Jawa. Masa cuma Soeharto saja orang tertinggi di Pulau Jawa ini.”

Begitu kira-kira potongan kalimat yang saya kutip dari perkataan seorang Gie, yang telah banyak di posting oleh rekan-rekan para pendaki di catatan hariannya.

Dan perkataan itupun tentunya yang telah banyak menyita keinginan saya untuk juga bisa menjadi bagian dari mereka yang pernah merasakan satu lagi ke-Maha-an Alloh di satu kuasa-Nya.

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga, meski baru bisa berdiri diatas 2622 meter diatas permukaan laut. Di Papandayan, salah satu tanah tertinggi di tatar Priangan.

Disini, alhamdulillah akhirnya bisa juga merasakan bagaimana kaki ini melangkah diantara batu-batu gunung terhampar, merasakan angin dingin yang kemudian menghempas wajah serta terbuai dengan sapuan lembut menyengatnya bau belerang.

11 komentar:

  1. wuah, akhirnya ke gunung juga, congratz yak :)

    BalasHapus
  2. makasih dorongan semangatnya mbak :D

    BalasHapus
  3. jadi ingat waktu pertama kali masuk kuliah, Jamborenya ke Papandayan :)

    BalasHapus
  4. Bagus semua fotonya, alhamdulillah masih ada yang indah bumi kita, (wartawan mana..?) apalagi benderanya.. he... :)

    BalasHapus
  5. iya alhamdulillah,
    benderanya ..., kan dalam rangka 17-an :)

    BalasHapus
  6. Kalau fotonya cep Dikdik emang keren..
    Makanya langsung lihat..
    Jadi serasa sampai sana nich cep..
    Cuman pertama yang saya rasakan, mungkin saya akan pening sampai sana..karena takut ketinggian ama udara yang berbeda he he he
    Nuhun cep..

    BalasHapus
  7. Penulis kamamana bawa pulpen n buku..
    Lho cep, kenapa harus bawa bendera merah putih, takut dikira orang China yah,,
    He he he

    BalasHapus