Kamis, 11 Oktober 2012

Jakarta Pagi Ini...

Terlelap di sebuah kursi yang membawa diri ini menuju Ibu Kota memang mungkin sesuatu yang jarang saya rasakan. Penuhnya penumpang bis yang biasa ikut merangkak menuju angkuhnya kota Jakarta senantiasa menghiasi pemandangan di setiap pagi. Namun tidak dengan pagi ini, sepertinya takdir baik sedang menghampiri. Saya bisa mendapati sebuah kursi yang masih kosong dan membawa saya dalam tidur lelap dalam kemacetan. Alhamdulillah...

Tapi ada yang aneh ketika mata terbuka, saya benar-benar merasakan seseorang yang baru. Memandang Jakarta dari sudut yang berbeda mungkin sebabnya. Tidak mesti bergelantung di sebuah besi panjang yang melintang panjang di dalam bis, atau menyandarkan pinggang di sebuah sandaran kursi milik penumpang lain.

 
Jakarta Hari Ini
Ini dia Jakarta, sebuah kota yang telah mengantarkan diri hingga terus bersemangat untuk meraih mimpi. Disini saya mendapatkan kesempatan untuk bisa mencari rizki untuk keluarga kecil kami.

Saya tersenyum mengingat dan merasakan bagaimana indahnya menemukan seorang bidadari untuk dipersunting menjadi seorang istri, dan berawal dari sini juga saya berkesempatan menjadi seorang ayah dari putri kecil kami. Semoga kini, dan esok hari, harap itu senantiasa terus mendampingi hingga ajal menanti.

Terima kasih Ya Alloh, terima kasih Jakarta ...

0 comments:

Posting Komentar