Selasa, 23 Oktober 2012

Menanti Surat Cinta

Malam memang masih terlalu gelap, jarum jam baru bersandar di angka 1, namun mata ini kembali terbuka. Ada perasaan yang entah mengapa, menjadikan malam ini terasa begitu panjang. Padahal satu jam sebelumnya baru saja saya paksakan untuk bisa memejamkan mata ini setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda tempo hari.

Baru menjelang shubuh, mata ini bisa terlelap. Namun sayang, fajar segera memaksa diri ini untuk segera tersadar untuk menunaikan shalat di permulaan hari ini.

Bukan baru pertama, saya mengikuti ajang kompetisi blog, namun memang saya akui untuk yang menjanjikan berhadiah sepeda motor saya baru mengikutinya di saat ini, saat sebuah perusahaan pemerintah mengkampanyekan program Good Corporate Governance. Hari ini adalah hari pengumuman siapa yang akan mendapatkan hadiah tersebut. Ada harap untuk bisa memenangkan kompetisi ini, namun juga kadang harus tersenyum lepas ketika tersadar melihat begitu banyak orang yang mengikuti ajang ini.

Tepat dua bulan yang lalu, saya harus kehilangan sebuah motor, setelah tangan jahil dari diri seorang yang tidak beradab merampasnya dari kami. Motor yang kami cicil dengan peluh dan keringat selama 36 bulan lamanya, namun ketika lunas malah diambil orang.

Masih terbayang jelas air mata ibu disaat itu, beliau yang menyaksikan saya membanting tulang untuk itu dan sekarang beliau juga yang harus menyaksikan barang yang menjadi salah satu kebanggaan anaknya harus pergi dan hilang.

Hingga Dhuhur tadi, saya hanya bisa sampaikan do'a, ya Alloh... jika memang hamba terlalu banyak dosa untuk memintanya kembali diberikan kepercayaan memiliki barang itu, semoga engkau mengabulkan do'a dan pinta ibu hamba, untuk bisa  kembali menghadirkan senyum dan tawanya dengan kami bisa memiliki barang seperti itu lagi, dengan cara terbaik dari-Mu. Lewat kompetisi ini ataupun jalan yang lain, yang jelas saya yakin, itu jalan terbaik untuk kami ...

Dan setelah beberapa lama berharap ...

Ini hanya sebuah tulis harapan, yang ternyata belum menjadi jalan atas harap yang pernah ada, karunya hiks :(
Waktu itu, di atas angkot yang membawa diri ini pulang dan kembali ke rumah, tak kudapati nama ini tertera disana, di daftar mereka yang berhasil mendapatkan predikat sang juara di kompetisi ini. Ya Alloh, jika ini memang bukan yang terbaik, semoga di lain waktu Engkau berikan itu, untuk kami, dengan cara-Mu, dengan cara terbaik dari-Mu ...

0 comments:

Posting Komentar