Jumat, 21 Maret 2014

Oase Kecil ditengah Sahara Khutbah

Disebuah ruangan yang kini disulap menjadi lapang beralas hamparan sajadah, kini aku duduk bersama diantara mereka keringat-keringat para jamaah yang bersatu bersama dengan penatnya sisa-sisa pikiran di hari terakhir pekan itu. Majelis jumat menjadi laksana sebuah tempat bagi kami para lelaki untuk mengisi kembali dahaga-dahaga akan ilmu yang seringkali mungkin terlupa atau bahkan hilang oleh kesibukkan dunia selama sepekan ini.

Seorang laki-laki berdiri dibelakang sebuah mimbar sederhana dengan gayanya yang santai namun entahlah mengapa aku sendiri merasakannya tidak seperti biasanya. Kantuk yang biasanya menghadang seakan pergi menjauh terusir oleh keingintahuan akan paparan ilmu dalam khutbah yang ia sampaikan.

Ia membuka khutbah dengan sebuah kalimat motivasi dari Ia, Alloh sang maha pencipta kami. Sebuah kutipan ayat dari surat Al Imran ayat 110, "Kuntum khairu ummah...", karena kamu adalah ummat yang terbaik!.

Kalimat tersebut seakan menyadarkan kami atas paparan berikutnya dari yang disampaikan beliau. Atas tanggung jawab yang dipikul oleh seorang ummat terbaik. Atas kewajiban yang semestinya dilakukan oleh seorang ummat terbaik. Bahkan atas berbagai target yang semestinya bisa dicapai oleh seorang ummat terbaik.

Bagaimana tidak, dibagian selanjutnya dalam khutbahnya beliau menyadarkan kami bahwa sebagai seorang muslim tuntutan kami bukan hanya untuk sukses di dunia, tapi juga di akhirat. Kesuksesan juga bukan hanya di tempat kerja, namun juga di rumah sebagai seorang kepala keluarga serta kesuksesan didalam hidup bermasyarakat.

Aku sendiri baru memahami ternyata betul, sebenarnya target kesuksesan dunia bagi seorang muslim selalu dan selalu kita menyebutnya dalam sebuah bagian sholat kita. Saat duduk diantara 2 sujud kita menggumamkan kalimat tersebut.

Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'ni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni. Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah aku, angkatlah darjatku, berilah aku rezeki, pimpinlah aku, afiatkanlah aku dan maafkanlah aku.

Subhanalloh, tak kurang dari 8 target duniawi kita gumamkan dalam sholat kita, dari mulai target atas mendapat ampunan Alloh, target mendapat rahmat Alloh, target dinaikkan derajat oleh Alloh hingga target mendapatkan rizki terbaik dari-Nya.

Ujung mata ini hampir saja meneteskan air matanya. Begitu berat, namun begitu indah. Tersadar akan ternyata Alloh sedemikian besarnya menaruh amanah pada kami.

Sebuah do'a, semoga Alloh meneguhkan atas keimanan kita, berjalan diatas cahayanya, memikul atas amanah yang diberikan untuk bisa menjadi hamba-hamba yang selalu berusaha menghadirkan ibadah terbaik kepada-Nya, hingga benar-benar kita bisa menjadi ia seorang khairu ummah.

Aamiin yaa robbal'alamiin...

Ditulis oleh Dikdik Andhika Ramdhan

0 comments:

Posting Komentar