Rabu, 23 Juli 2014

Lebaran Itu, Semuanya Baru!

Jika kita coba bertanya pada anak-anak di sekitar kita, apa arti lebaran bagi mereka, mungkin akan begitu banyak yang menjawab bahwa lebaran itu beli baju baru, dapat sepatu baru, ada hadiah sandal baru, dan entah seberapa banyak lagi sesuatu yang baru yang akan mereka sebutkan. Namun apa arti lebaran jika kita tanyakan pada mereka orang dewasa?

Saya sendiri hanya bisa tersenyum dalam hati, seandainya mendapati pertanyaan ini bersarang pada diri saya sendiri.

Namun alhamdulillah, lebaran kali ini Alloh SWT sepertinya hendak mengajak kita untuk menambah rasa syukur, bukan hanya lebaran yang begitu berarti bagi mereka anak-anak saja namun juga bagi kita semua, tidak terkecuali khususnya bagi bangsa Indonesia. Lebaran kali ini kita juga memiliki pemimpin yang baru, pemimpin yang diharapkan akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik setidaknya hingga 5 tahun kedepan.

Idul Fitri, sebuah hari raya yang menggambarkan kemenangan ummat Islam setelah belajar menahan diri, menahan nafsu selama satu bulan penuh, baik itu menahan nafsu dalam berucap, bertingkah, berpikir bahkan dalam berprasangka. Dan Idul Fitri menjadi sebuah hadiah bagi mereka yang berhasil menjaga dirinya tersebut dalam sebuah kefitrahan hati, kesucian jiwa laksana seorang bayi yang terlahir ke dunia.

Idul Fitri bukan berarti kemenangan untuk sebuah kebebasan karena kita telah berhasil menahan diri setelah sebulan berpuasa saja, sehingga di hari raya tersebut kita bisa membalas dendam untuk kembali berperilaku tanpa batas. Karena Idul Fitri justru lebih menekankan pada kita untuk bersadar diri bahwa inilah titik nol-nya kembali hidup kita. Memulai sebanyak-banyaknya kebaikan pada hidup kita sejak takbir bergema.

Ramadhan dan Kemenangan

Saya jadi teringat ketika dulu pak ustadz suka bercerita tentang dahsyatnya perang badar. Dimana kemenangan ummat Islam dalam sebuah perang yang begitu dahsyat diraih di bulan Ramadhan, bulannya dimana ummat Islam padahal berada dalam suasana haus dan dahaga. Namun Alloh ternyata menampakkan ke-Maha Kuasa-annya dengan memberikan kekuatan untuk meraih kemenangan bagi ummat ini.

Dan bangsa ini, bangsa Indonesia seakan berada di kondisi yang sama di Ramadhan tahun ini. Bukan berada pada situasi perang antara satu kelompok dengan kelompok lain, namun justru berperang dalam melawan dirinya sendiri, melawan nafsu akan keinginan menghujat orang lain, atau berprasangka buruk atas orang lain, na'udzibillah astaghfirulloh ...

Tahun ini, disini, ummat Islam di bangsa ini begitu Alloh uji dengan hal tersebut. Proses pemilihan umum yang berlangsung dari sejak mulai memilih anggota legislatif hingga memilih sang presiden pemimpin bangsa ini berlangsung di pusaran waktu diantara bulan yang suci, Ramadhan.

Dan alhamdulillah, pantaslah kiranya jika kita membuka kembali penggalan ayat dalam alQuran, "maka nikmat Alloh mana lagi yang kamu dustakan?". Karena akhirnya, menjelang kemenangan di lebaran idul Fitri kali ini, kita bangsa Indonesia mendapat sebuah hadiah yang sungguh tak layak untuk kita mengkufurinya. Hadiah itu bukan hanya lahirnya pemimpin baru bagi bangsa ini namun juga adalah lahirnya kedamaian bagi bangsa ini setelah menjalani serangkaian proses pesta rakyat tersebut.

Ini sebuah makna besar bagi bangsa ini, semoga kita senantiasa mampu menjaga apa yang telah Alloh anugerahkan tersebut pada bangsa ini. Sehingga bukan hanya baju atau sepatu baru, namun juga lebaran ini mari kita jelang harapan baru, lembaran baru, kehidupan baru bersama semangat baru untuk menjadi satu individu yang lebih baik.InsyaAlloh

0 comments:

Posting Komentar