Jumat, 26 September 2014

Belajar Bijak Mengelola Keuangan Keluarga Kecil untuk Bangsa yang Besar

"Jika kita bercita-cita untuk memiliki bangsa yang maju, maka mulailah menatanya dari diri dan keluarga kita sendiri", ini sebuah konsep sederhana dari kami, keluarga kecil yang sedang belajar untuk menjadikan konsep tersebut sebagai rujukan kami dalam mengelola keluarga kecil ini. Begitu banyak orang memimpikan sebuah Indonesia yang maju, Indonesia yang besar dan bisa berdiri berdampingan dengan negara-negara maju lainnya, melalui kekuatan sumber dayanya, melalui kekuatan militernya, bahkan yang tak kalah penting melalui kekuatan ekonominya. Dan dari mimpi ini kami ingin ikut meniti langkah menuju kearahnya.

Keluarga, sebuah komponen terkecil dalam masyarakat bangsa ini semestinya memang menjadi acuan atas kemajuan sebuah bangsa. Ketika pendapatan perkapita dari bangsa ini menjadi acuan penilaian atas ketangguhan perekonomian suatu bangsa, maka menjadi sebuah tanda tanya besar semestinya ketika bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki kekayaan alam begitu banyak, namun ternyata pendapatan perkapitanya berada diantara deretan negara-negara papan bawah. Bukan hanya di dunia, bahkan di benua Asia.

Pada saat sumber daya alam tersedia, sumber daya manusia mencukupi maka sebuah jawaban yang tepat untuk alasan tadi adalah berarti bahwa saat ini kita masih belum mampu mengelola semua itu dalam sebuah sistem dan tata kelola yang baik.

Ada satu kata kunci yang kita dapatkan disini, yakni pengelolaan. Kemampuan mengelola dalam sebuah kegiatan menjadi satu hal yang penting untuk keberhasilan tujuan yang ingin kita raih. Dari hal tersebut, sayapun beranggapan bahwa langkah awal untuk meningkatkan pendapatan perkapita bangsa ini adalah berkaitan dengan bagaimana cara kita untuk bisa mengelola dengan baik keuangan didalam keluarga agar bisa mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Apa Itu Pengelolaan Keuangan Keluarga Yang Bijak

Pengelolaan keuangan keluarga yang bijak adalah pengelolaan keuangan yang tertata rapi, bukan hanya dalam hal pencatatan namun juga dalam penganggarannya. Ketika kita berada dalam sebuah keluarga, dimana ada penghasilan yang akan kita catat sebagai pos penerimaan, maka satu langkah bijak yang harus kita lakukan adalah menganggarkan penggunaan dana penerimaan tersebut hanya untuk hal-hal yang berguna. Tidak membuang dana untuk hal-hal yang tidak berguna untuk kelangsungan hidup keluarga kita.

Ketika Semua Anggota Keluarga Terlibat dalam Pengelolaan Keuangan

Setiap individu yang ada didalam keluarga menjadi bagian yang akan berperan penting didalam keberhasilan pengelolaan keuangan ini. Kerjasama diantara semua anggota keluarga akan memudahkan kita mengelola keuangan tersebut. Pada saat seorang bapak bertindak bijak dengan memasukkan seluruh pendapatannya hanya untuk keluarganya, pada saat seorang ibu mampu mendiskusikan bersama seluruh anggota keluarga untuk melakukan perencanaan anggaran dana setiap bulannya, pada saat anak-anak dan seluruh anggota keluarga belajar hanya untuk menggunakan dana sesuai anggaran yang telah disepakati, maka ini semua akan menjadi point penting akan keberhasilan kita dalam mengelola keuangan keluarga.

Waktu Yang Tepat untuk Pengelolaan Keuangan Dalam Keluarga


Sebaiknya pengelolaan keuangan dilakukan setiap saat. Pada saat kita berhasil dalam membuat anggaran keuangan keluarga, maka selanjutnya kita akan diuji dengan ke-konsistensi-an kita dalam melakukan pelaporan pencatatatan atas dana yang digunakan. Biasanya banyak orang memandang remeh ketika berada pada kondisi ini, mereka menganggap bahwa penggunaan dana yang kecil bisa mereka catat di lain waktu. Padahal ternyata ini yang akan membuat pengelolaan keuangan keluarga kita nantinya berantakan.

Dimana Kita Mulai Melakukannya?

Ada satu pengalaman menarik dari keluarga kami, setiap bulan kami biasanya membuat sebuah anggaran dan beberapa lembar uraian penggunaan dana. Lembaran tersebut kami tempelkan di sebuah dinding di kamar kami. Kami sediakan sebuah pulpen yang tergantung disampingnya untuk memudahkan kami mencatat pengeluaran kami. Ribet? pada awalnya pasti!. Namun ketika kami telah terbiasa maka aktifitas tersebut bukan lagi menjadi beban bagi kami.

Melihat Seberapa Penting Pengelolaan Keuangan dalam Keluarga


Mungkin banyak dari kita yang juga beranggapan sama, bahwa pengelolaan keuangan dalam keluarga penting dilakukan. Semua ini karena kembali ke awal yaitu agar kita bisa belajar bijak dalam menggunakan dana yang ada. Karena kita tentu tidak berharap hidup ini mengalir begitu saja. Ada saatnya kita juga harus merencanakan masa depan. Dan dari pengelolaan keuangan ini kita bisa memulainya untuk mengalokasikan anggaran untuk tabungan masa depan tersebut.

Langkah Sederhana Pengelolaan Keuangan dalam Keluarga
Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan pada saat kita ingin mengelola keuangan secara bijak, diantaranya :
  1. Mulailah untuk bekerja dengan baik, karena dari ketekunan, keuletan serta prestasi bekerja kita maka kita akan mendapatkan penghasilan. Penghasilan tersebut akan menjadi titik awal kita dalam mengelola keuangan keluarga.
  2. Tuliskan anggaran penggunaan dana di dalam keluarga. Kita bisa kelompokkan anggaran biaya rutin dan non-rutin untuk memudahkan kita dalam pengelolaannya.
  3. Anggarkan tabungan sebagai prioritas utama dari keuangan kita. Banyak orang memposisikan tabungan sebagai alokasi dana sisa dari dana yang ada, padahal menurut para ahli ekonomi, tabungan semestinya menjadi pos yang paling awal kita cantumkan dalam anggaran rumah tangga kita. Untuk bentuknya, saat ini kita sudah semakin dimudahkan dengan banyaknya pilihan, dari mulai tabungan tradisional (celengan yang biasa digunakan anak-anak kita), tabungan di bank, investasi dalam berbagai bentuk (logam mulia, property, saham), bahkan kita juga bisa memilih bentuk produk asuransi yang saat ini sudah dilengkapi dengan keuntungan investasi seperti yang ada didalam produk salah satu lembaga keuangan seperti Sun Life Financial.
  4. Catat sekecil apapun transaksi yang kita lakukan dan jangan pernah membiarkan kita lengah untuk menundanya, karena banyak orang gagal dalam mengelola keuangan keluarga ketika menunda dan akhirnya lupa atas pencatatan laporan transaksi yang telah dilakukannya.
  5. Lakukan evaluasi dari penggunaan dana setiap hari, setiap minggu dan evaluasi akhir pada setiap bulan. Evaluasi ini diperlukan untuk meninjau apakah penggunaan dana yang kita keluarkan masih sesuai dengan yang telah kita anggarkan atau justru malah menyimpang dari yang telah kita anggarkan. Dari sini kita bisa mengambil langkah perbaikan pada periode selanjutnya.

Ini hanya sebuah langkah sederhana kami untuk mewujudkan sebuah mimpi besar itu. Mimpi untuk memiliki bangsa yang besar dengan berbagai kekuatannya, bukan hanya kekuatan sumber daya namun juga ekonominya. Dan saya yakin, jika kita mulai dari keluarga kita sendiri untuk bisa mengelola keuangan secara bijak itu maka masyarakat, dan akhirnya bangsa Indonesia secara keseluruhanpun bisa menjadi bangsa yang besar itu. Tetap Semangat!

0 comments:

Posting Komentar